Pemimpin ASEAN Dorong Langkah Kurangi Konflik di Timur Tengah

Antara • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 10:00 WIB
Logo ASEAN di kantor perwakilan Jakarta. F Antara
Logo ASEAN di kantor perwakilan Jakarta. F Antara

Batampos - Negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Asia Tenggara (ASEAN) akan mendorong langkah-langkah untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi dari konflik di Timur Tengah.

"Kami menyadari dampak langsung dan jangka panjang dari krisis Timur Tengah terhadap kesejahteraan rakyat kami,” ujar para menteri luar negeri ASEAN dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Selasa (21/7/2026) kemarin.

ASEAN mencatat inisiatif yang sedang berlangsung, baik di tingkat regional maupun nasional untuk mendorong langkah-langkah guna mengurangi dampak sosial-ekonomi dari guncangan eksternal, dan untuk mendukung akses ke layanan kesehatan dan layanan dasar bagi rakyat kami, khususnya mereka yang paling rentan.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Dugaan Kekerasan dan Pengancaman di Playgroup Djuwita, Polda Kepri Uji Labfor CCTV dan Periksa 9 Saksi

Para menteri juga menekankan komitmennya memberikan "bantuan darurat kepada warga negara ASEAN" di saat krisis.

Dalam pernyataan tersebut, ASEAN juga menyerukan dimulainya kembali pelayaran maritim yang aman melalui Selat Hormuz, serta menekankan pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan maritim, kebebasan navigasi—sesuai dengan hukum internasional.

Para menlu "menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan diskriminatif atau sepihak yang dapat menghambat atau merintangi kapal yang melewati Selat Hormuz, atau selat mana pun yang digunakan untuk navigasi internasional.”

Pernyataan bersama tersebut dirilis di tengah Pertemuan Menlu ASEAN (AMM) yang berlangsung di Manila pada 21 hingga 25 Juli 2026.

Pertemuan yang melibatkan mitra-mitra dialog ASEAN, di antaranya Rusia, Tiongkok, AS, Jepang, India, Korea Selatan itu diselenggarakan di bawah kepemimpinan Filipina sebagai Ketua ASEAN tahun ini.

Kepemimpinan tersebut akan mencapai puncaknya pada KTT ASEAN pada November mendatang, di mana para pemimpin negara dan kepala pemerintahan diharapkan untuk menyetujui keputusan yang telah disiapkan. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
konflik Timur Tengah asean