Batampos - Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei menegaskan pernyataannya terkait dukungan penug terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Tak hanya itu, ia juga menyerukan serangan Israel terhadap Lebanon dihentikan itu secara total tanpa syarat.
Pernyataannya disampaikan melalui perusahaan media sosial X sebagai tanggapan atas surat kesetiaan dari sekretaris jenderal Hizbullah dan anggota kelompok tersebut.
" Republik Islam Iran menetapkan penjagaan keutuhan wilayah Lebanon serta penghentian agresi rezim Zionis secara mutlak dan tanpa syarat sebagai syarat utama untuk menyepakati pengakhiran perang yang dipaksakan oleh AS yang agresif ini," ujar Mojtaba, Minggu (26/7/2026) waktu setempat.
Baca Juga: Mau Jaga Keseimbangan Berat Badan? Ini 5 Ide Menu Sarapan Sehat Bagimu
Dia menyebutkan, Hizbullah berdiri teguh bagai "batu karang yang tak tergoyahkan sebagai garda terdepan" kelompok-kelompok yang melawan gempuran Israel.
Pemimpin Iran tersebut menyatakan, bangsa-bangsa di dunia "telah muak dengan kesewenang-wenangan dan penindasan" pemerintah AS serta Israel, "yang merupakan penghancur kehidupan dan generasi."
"Tidak ada lagi jalan ke depan selain jihad dan perlawanan," tegasnya.
Baca Juga: DKP Kepri Tegaskan Tak Pernah Rekomendasikan Sedimentasi Pasir Laut di Pulau Numbing
Menurut data resmi Lebanon, serangan Israel telah menewaskan 4.330 orang dan melukai 12.236 lainnya sejak 2 Maret.
Sebelumnya, Lebanon dan Israel telah menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi AS pada 26 Juni.
Kesepakatan tersebut mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari semua wilayah Lebanon yang diduduki, namun tanpa mencantumkan jadwal waktu penarikan.
Sebaliknya, penyelesaian proses tersebut dikaitkan dengan tanggung jawab penuh keamanan yang diambil alih oleh tentara Lebanon di wilayah yang ditinggalkan pasukan Israel serta pelucutan senjata kelompok non-negara, termasuk Hizbullah.
Sementara itu, Israel terus menduduki sebagian wilayah selatan Lebanon, sebagian telah dikuasai selama beberapa dekade dan lainnya direbut selama perang sebelumnya antara Oktober 2023 dan November 2024. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak