Trump Dilaporkan Frustrasi, Gedung Putih Belum Sepakat Soal Arah Perang dengan Iran

jpg • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 19:31 WIB
Ilustrasi mimik wajah marah Donald Trump. (CNN)
Ilustrasi mimik wajah marah Donald Trump. (CNN)

batampos – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung selama enam bulan dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Di tengah meningkatnya eskalasi militer, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut semakin frustrasi karena belum adanya kesepakatan di internal pemerintahannya mengenai tujuan akhir maupun strategi mengakhiri perang.

Laporan NBC News menyebutkan para pejabat tinggi Gedung Putih masih berbeda pandangan terkait fokus utama operasi militer terhadap Iran. Sebagian menilai prioritasnya adalah menghentikan ancaman program nuklir Teheran, sementara yang lain menekankan pentingnya mengamankan Selat Hormuz atau melumpuhkan kemampuan rudal dan drone Iran.

Perbedaan pandangan tersebut dinilai menyulitkan pemerintahan Trump dalam menyusun strategi keluar (exit strategy) yang jelas dari konflik yang terus berlarut.

Baca Juga: Semarak Kemerdekaan, Propam Polda Kepri Bagikan 500 Bendera Merah Putih dan Sembako di Nongsa

Di sisi lain, Iran kembali mengancam akan membalas serangan terbaru Amerika Serikat yang diklaim menghantam sejumlah sasaran militer.

Militer AS sebelumnya mengumumkan telah melancarkan "gelombang besar serangan" terhadap target tertentu sebagai respons atas serangan Iran terhadap pasukan Amerika di kawasan Timur Tengah.

Operasi tersebut dilakukan hanya beberapa jam setelah Trump mengancam akan meningkatkan tekanan militer apabila Iran tidak mengubah sikapnya.

Trump Kehilangan Kesabaran

Mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal Gedung Putih, NBC News melaporkan Trump mulai kehilangan kesabaran karena belum tercapainya kesepahaman di antara para penasihat keamanan nasional mengenai arah kebijakan perang.

Salah satu sumber mengatakan hingga kini pemerintah AS belum menentukan apakah operasi militer difokuskan untuk mengatasi ancaman nuklir Iran, menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, atau melemahkan kekuatan rudal dan drone negara tersebut.

Akibat belum adanya kesepakatan itu, pemerintah dinilai kesulitan menentukan bagaimana konflik harus diakhiri.

Baca Juga: BGN Prioritaskan Program MBG di Daerah dengan Angka Stunting Tinggi

Dua sumber lainnya menyebut Trump bahkan meluapkan kemarahannya dalam pertemuan dengan sejumlah pejabat keamanan nasional pekan lalu karena tidak puas terhadap perkembangan situasi.

Kekhawatiran Konflik Berkepanjangan

Seorang sekutu dekat Trump menggambarkan kondisi presiden sebagai "sangat frustrasi" karena upaya mendorong Iran kembali ke meja perundingan belum membuahkan hasil.

Menurutnya, hingga kini belum ada strategi yang benar-benar jelas mengenai berapa lama konflik akan berlangsung maupun langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan akhir operasi militer.

Perbedaan pandangan di internal pemerintahan AS memunculkan kekhawatiran bahwa Washington berpotensi semakin terjebak dalam konflik berkepanjangan. Sejumlah pengamat menilai Iran masih memiliki kemampuan bertahan menghadapi tekanan militer, sementara perang yang terus berlangsung mulai memicu kritik dan penolakan dari sebagian kalangan di Amerika Serikat.

Tanpa kesepakatan mengenai sasaran akhir operasi, arah kebijakan Washington terhadap Iran diperkirakan masih akan diliputi ketidakpastian di tengah meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah. (*)

Editor : Jamil Qasim
Amerika Serikat dan Iran Trump Dilaporkan Frustrasi