Ratu Suthida Thailand Jalani Pelatihan Jet Tempur Gripen

jpg • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:07 WIB
Ratu Thailand, Suthida Bajrasudhabimalalakshana
Ratu Thailand, Suthida Bajrasudhabimalalakshana

batampos - Ratu Thailand, Suthida Bajrasudhabimalalakshana, menjalani program pelatihan penerbangan jet tempur Gripen di Wing 7, Surat Thani, Thailand.

Program yang dijalani secara pribadi tersebut berlangsung mulai 20 Agustus hingga 4 September 2026. Pelatihan ditujukan untuk membawa kemampuan penerbangan Ratu Suthida melalui tahapan standar pelatihan Angkatan Udara Kerajaan Thailand hingga menuju penerbangan solo.

Selama program berlangsung, instruktur penerbangan dan sejumlah spesialis aviasi memberikan pendampingan serta arahan kepada Ratu Suthida.

Jika berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan hingga penerbangan solo, Ratu Suthida berpotensi tercatat sebagai ratu yang masih berkuasa pertama yang menerbangkan pesawat tempur, menurut laporan yang dikutip dari media Thailand.

Persiapan Sebelum Latihan Gripen

Pelatihan Gripen bukan menjadi pengalaman pertama Ratu Suthida dalam dunia penerbangan militer.

Sebelum mengikuti program tersebut, ia dilaporkan telah menjalani latihan menggunakan L-39, pesawat jet latih tingkat lanjut, di Royal Thai Air Force Flying Training School di Kamphaeng Saen, Nakhon Pathom.

Ratu Suthida juga mengikuti sejumlah sesi simulator, termasuk pelatihan terbaru di fasilitas Royal Thai Air Force di Don Mueang.

Ia beberapa kali mengunjungi Wing 7 secara pribadi untuk mempelajari sistem teknis pesawat Gripen 39 C/D sekaligus berdiskusi dengan pilot yang mengoperasikan pesawat tersebut.

Wing 7 merupakan pangkalan utama armada Gripen 39 C/D Thailand.

Pada Juli 2026, Royal Thai Air Force juga memperingati 15 tahun pengoperasian pesawat tempur Gripen 39 C/D dan pesawat peringatan dini udara Saab 340 di Wing 7.

Pengalaman Penerbangan Ratu Suthida

Ratu Suthida telah memiliki pengalaman panjang di bidang penerbangan, baik melalui pelatihan militer maupun penerbangan sipil.

Ia menyelesaikan Royal Thai Air Force Civilian Aviation Course pada 8 Desember 2010 dengan menerbangkan Cessna T-41.

Setahun kemudian, pada 16 Januari 2011, ia menyelesaikan Army Fixed-Wing Aviation Cadet Course di Army Aviation School dengan menggunakan pesawat yang sama.

Pada 6 Desember 2012, Ratu Suthida menyelesaikan program penerbangan di Royal Thai Air Force Flying Training School. Dalam pelatihan tersebut, ia menerbangkan pesawat CT-4E dan PC-9.

Pengalaman penerbangannya kemudian berlanjut di Jerman. Ia mengikuti pelatihan untuk memperoleh lisensi pilot privat yang mencakup pesawat Cessna 172, Mooney M-20, dan Piper PA-34 Seneca.

Ia juga memperoleh Commercial Pilot Licence dengan type rating Boeing 737 serta kualifikasi teori Airline Transport Pilot Licence.

Di Thailand, Ratu Suthida kemudian memperoleh Airline Transport Pilot Licence dari Civil Aviation Authority of Thailand.

Ia juga pernah bertugas sebagai kopilot dalam penerbangan pesawat kerajaan Boeing 737-400 dan Boeing 737-800.

Naik ke Level Pesawat Tempur Operasional

Program Gripen menjadi tahapan baru dalam perjalanan penerbangan Ratu Suthida.

Jika sebelumnya ia telah menjalani pelatihan menggunakan pesawat sipil, pesawat militer untuk latihan, hingga pesawat komersial, program ini membawa pengalamannya ke platform pesawat tempur operasional.

Pelatihan tersebut sekaligus menunjukkan tingkat pengalaman penerbangan yang telah dimiliki Ratu Suthida sebelum menjalani program Gripen.

Rangkaian pelatihan hingga 4 September 2026 akan menentukan apakah ia dapat menyelesaikan seluruh tahapan yang dipersyaratkan dan melanjutkan ke penerbangan solo menggunakan jet tempur tersebut. (*)

Editor : Putut Ariyo
jet tempur Ratu Suthida Gripen Royal Thai Air Force thailand