Iran Klaim Temukan Drone Bawah Laut AS di Selat Hormuz

jpg • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 13:35 WIB
Ilustrasi drone yang diklaim didapatkan oleh Iran. F. x.com /
Ilustrasi drone yang diklaim didapatkan oleh Iran. F. x.com /

batampos – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim tidak ada teknologi canggih, termasuk milik Amerika Serikat, yang mampu menghindari sistem pengawasan Iran di kawasan Selat Hormuz.

Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, mengatakan klaim tersebut diperkuat dengan penemuan sebuah drone bawah laut militer Amerika Serikat yang disebut berhasil dideteksi oleh sistem pengawasan Iran.

"Penemuan drone bawah laut militer AS yang canggih pada pagi hari menunjukkan bahwa tidak ada teknologi canggih yang dapat melewati lapisan sistem pengawasan kami di Selat Hormuz," kata Mohebbi, Selasa (8/9), dikutip Antara, Rabu (9/9).

IRGC Klaim Sita Drone Bawah Laut AS

Sebelumnya pada hari yang sama, IRGC menyatakan telah menyita sebuah drone bawah laut Amerika Serikat di pintu masuk Selat Hormuz.

Perangkat tersebut disebut berjenis Dive-LD, sebuah kendaraan bawah laut tanpa awak yang digunakan untuk berbagai kebutuhan operasi maritim. IRGC juga memublikasikan foto perangkat yang mereka klaim telah ditemukan tersebut.

Klaim penyitaan drone ini menjadi perhatian karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran strategis dunia dan memiliki posisi penting dalam lalu lintas energi internasional.

Konflik Iran dan AS Belum Sepenuhnya Berakhir

Klaim IRGC tersebut muncul di tengah hubungan Iran dan Amerika Serikat yang masih diwarnai ketegangan.

Pada 28 Februari, pasukan Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Teheran kemudian merespons dengan serangan terhadap sejumlah sasaran yang berkaitan dengan lawannya.

Pada pertengahan Juni, Iran dan Amerika Serikat disebut menandatangani sebuah memorandum yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, ketegangan kembali meningkat setelah kedua pihak melancarkan serangan.

Hingga kini, konflik antara kedua negara belum sepenuhnya terselesaikan. Permusuhan juga masih sesekali kembali terjadi di tengah upaya tekanan diplomatik dan ekonomi.

Washington Tingkatkan Tekanan Ekonomi

Di sisi lain, Washington memilih meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai bagian dari upaya menekan Teheran agar mengakhiri konflik.

Tekanan tersebut diarahkan untuk menambah beban finansial Iran sekaligus memperkuat posisi Amerika Serikat dalam menghadapi pemerintah Iran.

Klaim mengenai drone bawah laut AS di Selat Hormuz kini menambah dimensi baru dalam ketegangan kedua negara, khususnya terkait kemampuan pengawasan dan keamanan di salah satu jalur laut paling strategis di dunia. (*)

Editor : Putut Ariyo
IRGC Drone Bawah Laut amerika serikat selat hormuz iran