batampos – Sekitar 240 pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Ahad (13/9), dengan pengawalan ketat polisi Israel.
Sejumlah sumber setempat melaporkan para pemukim memasuki kompleks melalui Pintu Gerbang Maroko. Mereka disebut melakukan aksi provokatif dan ritual Talmud di area kompleks masjid.
Pada saat yang sama, pasukan Israel memperketat pengamanan di sekitar Masjid Al-Aqsa dan kawasan Kota Tua Yerusalem.
Dilansir dari Antara, kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan organisasi yang dikenal sebagai "organisasi Bait Suci" sebelumnya menyerukan para pendukungnya untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa dan melakukan ritual keagamaan dalam rangka memperingati Tahun Baru Yahudi.
Pembatasan Mobilitas Warga Palestina
Di tengah peringatan hari raya Yahudi, otoritas Israel juga menerapkan pembatasan akses di sejumlah wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem.
Sejumlah jalan ditutup dan mobilitas warga Palestina dibatasi. Kebijakan tersebut berdampak pada aktivitas sehari-hari warga Palestina, termasuk akses menuju tempat-tempat ibadah.
Sementara itu, pergerakan pemukim Israel di kawasan tersebut tetap difasilitasi oleh aparat keamanan.
Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu situs suci bagi umat Islam dan berada di Kota Tua Yerusalem. Kompleks tersebut juga memiliki nilai penting dalam tradisi Yahudi.
Situasi di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa kerap menjadi salah satu titik sensitif dalam konflik Israel-Palestina. (*)
Editor : Cipi Ckandina