FAO Sebut Blokade Selat Hormuz Ancam Produksi dan Pasokan Pangan Global

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 22:30 WIB

 

Ilustrasi FAO.
Ilustrasi FAO.

batampos – Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) memperingatkan blokade Selat Hormuz dapat berdampak terhadap produksi dan pasokan pangan global pada semester kedua 2026 hingga 2027.

Direktur Kantor Penghubung FAO untuk Federasi Rusia, Oleg Kobiakov, mengatakan dampak krisis tidak hanya dirasakan melalui kenaikan harga pangan saat ini, tetapi juga dapat memengaruhi hasil panen pada musim berikutnya.

"Dampaknya tidak hanya berpengaruh pada tingkat harga saat ini, tetapi juga pada hasil panen di musim-musim berikutnya, sehingga menyebabkan penurunan produksi dan pasokan pangan pada paruh kedua tahun 2026 dan pada 2027," kata Kobiakov kepada RIA Novosti, dilansir Antara, Selasa (15/9).

Menurut Kobiakov, produksi pertanian mengikuti kalender tanam dengan jadwal yang relatif tidak fleksibel. Penundaan selama beberapa pekan saja dapat memaksa petani mengurangi penggunaan pupuk atau bahkan tidak menggunakannya sama sekali.

Kondisi tersebut berpotensi menurunkan hasil panen, terlepas dari kondisi yang terjadi pada periode berikutnya.

"Menurut analisis yang dilakukan FAO, berbagai guncangan yang saling terkait akibat krisis ini dapat menyebabkan kenaikan harga pangan serta meningkatnya kondisi kelaparan di negara-negara dan kawasan yang sudah terdampak krisis pangan berkepanjangan atau akut," jelas Kobiakov.

Konflik Ganggu Pelayaran di Selat Hormuz
Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran disebut telah meningkatkan ketegangan di kawasan dan berdampak terhadap aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz.

Jalur tersebut merupakan salah satu rute penting perdagangan global, terutama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG).

Gangguan terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz berpotensi meningkatkan biaya energi dan logistik, yang pada akhirnya dapat menambah tekanan terhadap rantai pasok pangan global.

Kobiakov memperingatkan, gangguan terhadap pasokan input pertanian seperti pupuk, ditambah kenaikan biaya energi dan transportasi, dapat memengaruhi keputusan petani serta hasil produksi pada musim tanam berikutnya.

Kondisi tersebut berisiko semakin memperburuk situasi pangan di negara dan kawasan yang sebelumnya telah menghadapi krisis pangan berkepanjangan atau akut. (*)

Editor : Cipi Ckandina
Blokade Hormuz Pasokan Pangan FAO produksi