Pesawat Sepehran Airlines Guncang Hebat, Panel Plafon Kabin Jatuh Saat Mendarat Darurat

JawaPos • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

 

Suasana mencekam di dalam pesawat Sepehran Airlines yang kehilangan ban saat berada di udara. (Al-Jazeera)
Suasana mencekam di dalam pesawat Sepehran Airlines yang kehilangan ban saat berada di udara. (Al-Jazeera)

batampos – Detik-detik menegangkan terjadi di dalam pesawat Sepehran Airlines yang terbang dari Mashhad menuju Kermanshah, Iran, pada Selasa (15/9). Pesawat Boeing 737 tersebut harus kembali ke Bandara Internasional Mashhad setelah mengalami gangguan tak lama setelah lepas landas.

Sejumlah laporan awal menyebut masalah diduga berkaitan dengan ban pada roda pendaratan. Gangguan tersebut membuat pesawat mengalami getaran hebat saat kembali ke Mashhad untuk melakukan pendaratan darurat.

Rekaman yang beredar memperlihatkan kondisi kabin yang berguncang keras. Sebagian panel plafon dan interior kabin kemudian terlepas dan jatuh ke area penumpang. Sejumlah barang dari kompartemen bagasi kabin juga dilaporkan berjatuhan.

Suasana di dalam pesawat pun sempat panik. Dalam rekaman video, terdengar penumpang berteriak ketika bagian plafon kabin terlepas.

Meski mengalami kerusakan pada bagian interior, pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Mashhad. Seluruh penumpang dan awak kemudian dievakuasi dan tidak ada laporan korban luka. Penumpang selanjutnya dipindahkan ke pesawat lain untuk melanjutkan perjalanan menuju Kermanshah.

Pesawat Putar Balik ke Mashhad

Penerbangan tersebut berangkat dari Mashhad menuju Kermanshah. Tidak lama setelah lepas landas, kru pesawat menghadapi gangguan teknis dan memutuskan kembali ke bandara asal.

Laporan awal menyebut ban pada roda pendaratan kemungkinan mengalami kerusakan saat proses lepas landas. Namun, penyebab pasti gangguan yang memicu pendaratan darurat masih belum diketahui.

Dalam proses kembali ke Mashhad, pesawat mengalami getaran hebat hingga menyebabkan sebagian lapisan plafon kabin dan sejumlah bagian interior mengalami kerusakan.

Pesawat akhirnya berhasil mendarat tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka. Juru bicara Sepehran Airlines, Hassan Jafari, menyebut seluruh penumpang selamat dan kemudian diberangkatkan menggunakan pesawat lain.

Landasan Bandara Mashhad Sempat Ditutup

Setelah insiden tersebut, salah satu landasan Bandara Mashhad sempat ditutup untuk pemeriksaan dan penanganan pesawat. Operasional landasan kemudian kembali dibuka pada hari yang sama.

Otoritas penerbangan Iran melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian, termasuk penyebab gangguan teknis serta kerusakan pada bagian interior kabin.

Hingga laporan ini ditulis, penyebab pasti lepasnya panel plafon belum dapat dipastikan. Dugaan bahwa getaran pesawat menyebabkan panel interior terlepas masih memerlukan pembuktian melalui hasil pemeriksaan teknis.

Insiden Kedua Sepehran Airlines dalam Beberapa Pekan

Insiden tersebut menjadi kejadian serius kedua yang melibatkan pesawat Sepehran Airlines di Bandara Mashhad dalam waktu kurang dari sebulan.

Pada 25 Agustus 2026, Boeing 737-500 milik maskapai tersebut yang membawa 127 orang dari Tehran menuju Mashhad dilaporkan keluar dari landasan setelah mendarat. Pesawat kemudian berhenti setelah mengalami kerusakan pada roda pendaratan bagian depan. Seluruh penumpang dan awak dilaporkan selamat.

Data armada yang diperbarui pada Agustus 2026 menunjukkan Sepehran Airlines mengoperasikan pesawat Boeing 737-300 dan 737-500 dengan rata-rata usia armada sekitar 32 tahun.

Sejumlah laporan juga mengaitkan kondisi industri penerbangan Iran dengan keterbatasan akses terhadap pesawat, suku cadang, dan teknologi akibat sanksi internasional. Namun, kondisi tersebut tidak dapat secara langsung disebut sebagai penyebab insiden terbaru sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.(*)

Editor : Cipi Ckandina
Sepehran Airlines Guncang Panel Plafon pesawat