batampos - Pariwisata domestik Malaysia terus tumbuh pada kuartal II (Q2) 2026. Jumlah wisatawan domestik mencapai 29,6 juta orang, naik 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan jumlah wisatawan tersebut juga diikuti peningkatan belanja. Pengeluaran pariwisata domestik Malaysia mencapai 32,8 miliar ringgit atau tumbuh 12,3 persen secara tahunan pada Q2 2026.
Data Departemen Statistik Malaysia yang dirilis Rabu (23/9/2026) menunjukkan jumlah wisatawan domestik pada Q2 2026 meningkat dari 27,4 juta orang pada periode yang sama tahun lalu.
Dibandingkan kuartal sebelumnya, jumlah wisatawan domestik juga tumbuh 7,8 persen.
Jumlah Pengunjung Capai 76,9 Juta
Secara keseluruhan, jumlah pengunjung domestik Malaysia mencapai 76,9 juta pada Q2 2026. Angka tersebut meningkat 4,3 persen dibandingkan 73,8 juta pengunjung pada Q2 2025.
Jika dibandingkan Q1 2026, jumlah pengunjung domestik juga tumbuh 3 persen.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas perjalanan dalam negeri Malaysia masih berlanjut sepanjang kuartal kedua 2026, baik dari sisi jumlah pengunjung maupun wisatawan.
Belanja Tumbuh Lebih Cepat
Kenaikan jumlah perjalanan turut mendorong peningkatan nilai pengeluaran pariwisata domestik.
Pada Q2 2026, wisatawan domestik Malaysia menghabiskan 32,8 miliar ringgit, naik 12,3 persen dibandingkan 29,2 miliar ringgit pada Q2 2025.
Menariknya, pertumbuhan pengeluaran tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan jumlah pengunjung maupun wisatawan.
Departemen Statistik Malaysia menyebut kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan belanja wisata domestik selama kuartal tersebut.
Namun, secara kuartalan pengeluaran pariwisata domestik justru turun 3,6 persen dari 34 miliar ringgit pada Q1 2026.
Dengan demikian, kinerja Q2 2026 menunjukkan pertumbuhan pariwisata domestik Malaysia terutama terlihat secara tahunan, sementara pengeluaran mengalami penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya.
Peningkatan jumlah perjalanan dan belanja wisata tersebut turut menopang aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sektor pariwisata Malaysia. (*)
Editor : Putut Ariyo