AS dan Iran Bahas Upaya Akhiri Perang melalui Negara Mediator

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:00 WIB

 

Ilustrasi konfrontasi militer antara AS-Israel dengan Iran. (Gemini AI)
Ilustrasi konfrontasi militer antara AS-Israel dengan Iran. (Gemini AI)

batampos - Perwakilan Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Senin (28/9) secara terpisah melakukan pembahasan dengan sejumlah negara mediator terkait upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Menurut Reuters, yang mengutip sumber dari kedua pihak, pembicaraan lanjutan kemungkinan akan berfokus pada amandemen terhadap rencana tujuh hari yang diajukan Iran pada pekan lalu.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai detail maupun format pembicaraan tersebut.

Dilansir Antara, Selasa (29/9), Axios sebelumnya mengutip seorang pejabat AS yang mengatakan Presiden AS Donald Trump siap melonggarkan sanksi terhadap Iran dan mencairkan dana Teheran yang diblokir jika terdapat "kemajuan konkret" dalam kesepakatan nuklir.

Namun, Trump kemudian membantah laporan tersebut.

Di tengah perkembangan itu, Reuters melaporkan, berdasarkan keterangan sejumlah sumber, pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan pengecualian sanksi sementara bagi penerbangan yang membawa jemaah Syiah antara Iran dan Irak.

Sebelumnya, AS dan Iran dilaporkan berpotensi melakukan pembicaraan secara terpisah dengan negara-negara mediator yang terlibat dalam upaya penyelesaian konflik pada 28 atau 29 September.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan lalu menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak akan membuat senjata nuklir.

Pada awal September, Trump mengatakan terdapat kemungkinan 99,9 persen Washington mencapai kesepakatan nuklir dengan Teheran. (*)

Editor : Cipi Ckandina
perang as Negara iran