batampos - Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (2/10), di tengah meningkatnya ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap pemulihan pasokan energi dari Timur Tengah.
Mengutip Bloomberg, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik menembus level 93 dolar AS per barel setelah menguat hampir 3 persen pada sesi sebelumnya. Sementara itu, harga minyak Brent ditutup di kisaran 102 dolar AS per barel pada Kamis (1/10).
Kenaikan harga minyak terjadi ketika pasar kembali mencermati risiko gangguan pasokan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Menurut seorang pejabat AS yang dikutip Bloomberg, Pentagon berencana mengerahkan satu kapal induk tambahan serta hingga 10.000 personel Angkatan Laut dan Korps Marinir ke kawasan Teluk Persia.
Kapal induk USS Theodore Roosevelt telah meninggalkan pangkalannya di San Diego pada Minggu dan menuju kawasan Timur Tengah. Jika dikerahkan ke kawasan tersebut, kehadiran kapal induk AS di wilayah itu dapat kembali mencapai tiga kelompok tempur kapal induk.
Pengerahan tersebut disebut memberi lebih banyak opsi kepada komando militer AS apabila Presiden Donald Trump memutuskan meningkatkan operasi militer terhadap Iran. Namun, tujuan akhir dan penempatan seluruh kekuatan tersebut masih bergantung pada keputusan pemerintah AS.
Pasokan Timur Tengah Jadi Perhatian
Kenaikan harga minyak terjadi ketika kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah sebelumnya mulai mereda.
Analis Wall Street pada awal pekan memperkirakan arus pasokan minyak dari kawasan tersebut hampir kembali ke level sebelum perang. Namun, pemulihan pasokan bahan bakar belum berlangsung dengan kecepatan yang sama.
Situasi tersebut membuat pasar kembali sensitif terhadap perkembangan konflik. Setiap gangguan terhadap produksi maupun jalur pengiriman minyak berpotensi memengaruhi keseimbangan pasokan global.
Iran juga dilaporkan tidak memuat minyak mentah ke kapal tanker sepanjang September. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa blokade laut yang diberlakukan AS telah membatasi akses Iran ke pasar energi.
Harga minyak pun bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini. Investor mempertimbangkan dua faktor utama, yakni pemulihan arus pasokan dari Timur Tengah dan risiko meningkatnya kembali konflik AS-Iran.
Di sisi lain, pasar minyak juga masih menghadapi berbagai faktor pasokan di luar konflik Timur Tengah. Pada Kamis (1/10), harga Brent melonjak lebih dari 4 persen hingga ditutup sekitar 102,31 dolar AS per barel, sedangkan WTI naik menjadi sekitar 92,87 dolar AS per barel.
Pergerakan harga tersebut menunjukkan bahwa perkembangan geopolitik masih menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan pelaku pasar energi.
Konflik AS-Iran yang telah memasuki bulan kedelapan juga membuat prospek pasokan energi global tetap menjadi perhatian. Ketidakpastian mengenai keberlanjutan konflik dan jalur diplomasi berpotensi terus memengaruhi pergerakan harga minyak dunia.(*)
Editor : Cipi Ckandina