batampos- Gerakan pangan murah atau operasi pasar murah selalu dinantikan oleh masyarakat Tanjungpinang.
Dengan selisih harga Rp 1.000, warga rela datang berdesakan untuk mendapatkan kebutuhan pokok yang lebih murah dari pasaran.
Seperti di gerakan pangan murah yang digelar di Jalan Bandara, Tanjungpinang Timur, warga mulai ramai mendatangi pasar murah sejak pukul 07.30 WIB.
Salah seorang warga, Nurmailis, mengatakan pasar murah itu memang selalu dinantikan oleh warga Tanjungpinang, karena harganya memang lebih murah dibanding harga pasaran, seperti beras SPHP kemasan 5 Kg di sana dibanderol Rp 58 ribu, sementara di pasaran sekitar Rp 65 ribu.
Kemudian harga minyak goreng masyarakat dapat berbelanja dengan harga Rp 13 ribu sedangkan di pasaran sudah dijual hingga Rp 15 ribu per liter.
“Lumayanlah beda Rp 1.000-2.000 bisa beli yang lain,” ujar Nurmailis, Rabu (5/6).
BACA JUGA:
Nurmailis menyebut harga kebutuhan pokok lainnya juga lebih murah seperti cabai merah Rp 56 ribu, sedangkan di pasar sekitar Rp 63 ribu per Kg. Kemudian telur ayam untuk ukuran nomor tiga Rp 50 ribu per papan sementara di pasaran Rp 53 ribu.
“Alhamdullah dapat belanja lebih murah,” syukurnya.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan DP3 Kota Tanjungpinang, Yesi Perdeawati, mengatakan gerakan pangan murah itu mendapat subsisi transportasi dari Bank Indonesia untuk beberapa vendor, sehingga harganya dapat diturunkan dari harga pasaran.
“Subdisinya Rp 700 ribu per vendor untuk produk-produk strategis dari Bank Indonesia, yaitu gula pasir, telur, cabai merah, sayur, minyak goreng dan lainnya,” sebut Yesi.
Tiga komoditas yang paling diminati masyarakat adalah minyak goreng, beras pasir, beras SPHP dan cabai merah. Beras bulog yang sediakan sebanyak 4 ton sudah habis sekitar setengahnya.
“Trendnya yang paling diminati di gerakan pangan murah ini adalah beras SPHP,” tambahnya. (*)
Reporter: Peri Irawan