Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Antrean Mobil di SPBU mulai Ganggu Tempat Usaha Sekitar 

Tunggul Manurung • Jumat, 19 Juli 2024 | 12:05 WIB
Antrean panjang truk mengisi BBM solar di Jalan MT. Haryono Tanjungpinang, ganggu tempat usaha milik warga.
Antrean panjang truk mengisi BBM solar di Jalan MT. Haryono Tanjungpinang, ganggu tempat usaha milik warga.

batampos- Antrean panjang pengisian solar di SPBU Jalan MT. Haryono Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bikin ganggu tempat usaha warga disekitar tempat pengisian BBM tersebut.

Kenapa tidak, truk-truk yang mengantre solar tersebut menutup tempat usaha warga. Tidak sedikit pemilik usaha meletakkan plang, hingga kursi sebagai peringatan dilarang parkir untuk sopir truk.

Antrean truk yang hendak mengisi solar di SPBU tersebut terjadi sepanjang 700 meter. Bahkan, beberapa truk nekat parkir untuk mengantre di simpang tiga traffic light Jalan Sultan Machmud.

"Sungguh mengganggu dan meresahkan. Lori-lori itu tutup akses jalan ke tempat usaha saya," kata Dewi, satu diantara pemilik usaha di Sekitar SPBU Jalan MT. Haryono, Kamis (18/7).

Dewi pun mengaku terpaksa meletakkan beberapa kursi di bahu jalan, agar para sopir tidak mengantre solar di depan tempat usahanya.

Kendati demikian, kata Dewi masih ada beberapa truk yang masih saja parkir didepan warungnya. Walaupun sudah diberi tanda dilarang parkir.

"Kita disini juga cari rezeki. Ya harusnya bisa saling memahami. Walaupun sudah ada penghalang, masih aja ad ayang tidak mengerti," tambahnya.

Menurutnya, kondisi antrean yang sangat panjang ini terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. Ia berharap, pihak terkait dapat menyelesaikan masalah tersebut.

"Sudah sejak bulan lalu. Ini kita tidak menyalahkan siapa pun ya, tapi ya saling mengerti aja, kita juga cari makan," tegas Dewi.

Sementara menurut salah satu sopir truk, Sule mengakui ia pernah diusir oleh pemilik salah satu toko, lantaran parkir untuk mengantre solar di SPBU Jalan MT. Haryono tersebut.

"Pernah sih diusir yang punya toko. Ya mau gimana lagi, kan lagi mengantre solar," sebutnya.

Selain itu, kata Sule ia merasa susah untuk mencari tempat mengantre solar. Sebab, rata-rata toko di sekitaran SPBU sudah meletakkan tanda dilarang parkir.

"Saya aja antre dari pagi, ini masih panjang antriannya. Ya cuma bisa ngikuti lori yang didepan, kalau dia maju. Ya saya maju," pungkasnya. (*)

 

Reporter: M Ismail

Editor : Tunggul Manurung
#spbu