batampos - Kapolres Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidini melaksanakan kunjungan ke pulau Tokong Nanas yang berbatasan langsung dengan Kuantan, Malaysia, Minggu, (1/8).
Kunjungan itu dalam rangka melihat langsung kondisi pulau terluar sekaligus melakukan pengibaran bendera Indonesia.
Pulau Tokong Nanas merupakan pulau yang tak berpenghuni. Pulau ini berbentuk seperti tumpukan batu-batu besar di tengah laut, diatasnya terpasang mercusuar. Namun, mercusuar kondisinya sangat memprihatin.
Letak geografis Tokong Nanas cukup jauh, jika dari Tarempa harus menempuh jarak 3 jam menggunakan kapal nelayan.
Tidak hanya itu, ketika rombongan Ricky tiba di Tokong Nanas, kapal yang ditumpangi tidak bisa merapat karena tidak ada pelabuhan.
Salah satu cara agar bisa ke lokasi, rombongan harus berenang dari tempat kapal lego jangkar menuju ke daratan dengan jarak tempuh 50 meter ditambah lagi tantangan gelombang yang sangat kuat.
"Butuh perjuangan yang sangat luar biasa. Medan yang sangat sulit, tapi mengasikkan seru sekali untuk mencapai pulau ini," kata Ricky.
Ricky mengatakan Anambas memiliki 255 pulau, mayoritas pulau yang ada tidak berpenghuni. Sedangkan pulau yang terluar ada sebanyak 5 yaitu Pulau Tokong Nanas, Tokong Berlayar, Damar, Mangkai dan Malangbiru.
"Pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga wajib kita perhatikan. Karena pulau ini garda terdepan negara," kata Ricky.
Lebih lanjut dikatakannya, Polres Anambas berkomitmen untuk memperhatikan pulau-pulau yang ada di wilayah hukumnya. Apalagi, dengan keterbatasan personil membuat oknum yang tidak bertanggung jawab dapat bertindak kriminal di pulau yang tidak berpenghuni.
"Beberapa pulau di Anambas rentan dijadikan sebagai tempat transit atau penyimpanan narkoba sebelum dikirim ke wilayah lain di Indonesia atau negara tetangga," terang Ricky.
Ricky meminta kepada seluruh masyarakat agar dapat berperan aktif dalam mengawasi pulau-pulau yang ada di Anambas. Terlebih khusus kepada nelayan yang sering beraktifitas dilaut agar dapat melaporkan kepada petugas jika ada pergerakan yang mencurigakan.
Baca Juga: Kaca Pengendara Mobil Dilempar Batu, Kapolres Barelang: Bisa Menganggu Wisman
"Mari kita sama-sama menjaga daerah kita agar tetap aman dan kondusif. Laporkan ke kami jika ada aktifitas yang mencurigakan," kata Ricky.
Setelah melakukan pengibaran bendera, rombongan tidak bisa kembali ke kapal dikarenakan jangkar kapal putus akibat gelombang kuat. Hampir 2 jam rombongan tertahan di pulau itu untuk menunggu pertolongan dari nelayan. Usai mendapat pertolongan dari nelayan, rombongan kembali ke Tarempa. (*)
Editor : Tunggul Manurung