batampos- Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) membutuhkan 17 ribu ekor hewan kurban jenis sapi dan kambing, untuk memenuhi kebutuhan lebaran Idul Adha 1446 Hijriah atau tahun 2025 ini. Saat ini, hewan kurban dari sejumlah daerah tersebut sudah berangsur masuk ke Kepri.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri, Rika Azmi mengatakan bahwa sapi dan kambing kurban tersebut berasal dari daerah Lampung, Riau, Sumatra Utara dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jumlah yanh dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kurban di Kepri, kata dia sebanyak tujuh ribu ekor sapi dan 10 ribu ekor kambing. Hewan kurban tersebut saat ini ada yang sudah tiba, hingga dalam proses pengiriman ke Kepri.
"Jumlah yang kita perlukan untuk kurban ada 7 ribu ekor sapi dan kambing sebanyak 10 ribu ekor. Dikirim dari Lampung, Riau hingga NTT," kata Rika di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kamis (8/5).
Ia menerangkan, saat ini dokter hewan di setiap kabupaten dan kota di Kepri sedang melakukan pemeriksaan kesehatan. Hal ini, semata-mata belasan ribu ekor sapi dan kambing yang masuk ke Kepri itu dipastikan sehat.
Selain itu, kata dia DKP2KH Provinsi Kepri juga rutin mengawasi masuknya hewan kurban ke wilayah Kepri. Menurutnya, sapi dan kambing tersebut harusnya sudah dilakukan pengecekan kesehatan di daerah asal, sebelum dikirim ke Kepri.
"Saat ini dokter hewan sedang melakukan pengecekan kesehatan. Sesuai prosedur sebelum masuk ke sini (Kepri) harusnya diuji kesehatan, apakah (hewan kurban) terjangkit PMK atau tidak," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung