batampos- Kapal perintis KM Sabuk Nusantara 48 berhenti beroperasi untuk sementara waktu. Kapal tersebut saat ini tengah menjalani proses docking atau perawatan, usai mengalami kerusakan pada bagian mesin.
PT. Pelni Tanjungpinang menyarakan perawatan tahunan ini merupakan kewajiban agar kapal tetap laik jalan. Proses docking diperkirakan akan berlangsung selama satu bulan.
"Fokus utamanya adalah perawatan mesin, pengecekan lampu, dan kelengkapan lainnya. Selain itu, ada sertifikat tahunan yang harus diperbarui dari Badan Klasifikasi Indonesia (BKI)," kata Kepala Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, Jumat (5/9).
Sehingga, masyarakat yang kerap bepergian dari Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) menuju antar Pulau di Kepri dengan menggunakan KM. Sabuk Nusantara 48, kini dialihkan ke Pelabuhan Kijang.
Di Pelabuhan Kijang, kata dia masyarakat dapat melanjutkan perjalanan menggunakan KM. Bukit Raya yang tetap beroperasi melayani rute ke Pulau tujuh, Natuna, hingga Serasan.
"Walaupun Sabuk Nusantara 48 sedang perawatan, akses transportasi laut tetap bisa dilakukan dengan memanfaatkan kapal Bukit Raya," tambahnya.
Sebelumnya, KM. Sabuk Nusantara 48 sempat batal berlayar dari Kota Tanjungpinang, usai mengalami kerusakan pada bagian mesin. Akibatnya, uang tiket puluhan penumpang yang sudah siap berangkat terpaksa dikembalikan sepenuhnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung