Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Polda Kepri Usut Dugaan Keracunan Program MBG di Karimun dan Batam

Yashinta • Senin, 29 September 2025 | 20:28 WIB
Kombes Pol Silvester Simamora.
Kombes Pol Silvester Simamora.

batampos- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri turun langsung mengusut dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Karimun dan Kota Batam. Sejumlah pelajar dilaporkan jatuh sakit usai menyantap makanan dari program pemerintah tersebut.

Direktur Reskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Silvester Simamora membenarkan pihaknya sudah menurunkan tim dari Subdit IV Industri, Perdagangan, dan Investasi (Indagsi) untuk mendalami kasus ini.

“Ya, tim sedang melakukan penyelidikan terkait penyebabnya,” ujar Silvester, Senin (29/9).

Kasubdit IV Indagsi AKBP Ruslaeni menjelaskan, dugaan keracunan pertama kali terdeteksi di SMP Negeri 2 Karimun pada Kamis (25/9). Sebanyak 15 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.

“Kalau di Batam itu di SDN 016 Sagulung,” ungkapnya.

Menurut Ruslaeni, tim Ditreskrimsus Polda Kepri sudah mengambil alih penyelidikan dari Polres Karimun sejak Sabtu (27/9). Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari meminta klarifikasi kepada pihak dapur penyedia MBG, pemilik yayasan, hingga pihak sekolah.

“Kami sudah lakukan klarifikasi terkait kasus tersebut,” imbuhnya

Tak hanya itu, tim juga turun langsung ke dapur penyedia MBG bersama Dinas Kesehatan dan BPOM untuk melakukan pemeriksaan. Hasil awal, dapur penyedia MBG di Karimun diminta menghentikan sementara operasionalnya. “Penutupan dilakukan sampai hasil uji laboratorium keluar dan investigasi dari SPPG pusat selesai,” tegasnya.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin sebelumnya menegaskan, kasus ini menjadi atensi serius. Ia menyebut sejak awal sudah menginstruksikan Ditreskrimsus untuk mengawasi jalannya program MBG agar tidak menimbulkan masalah. “Pengawasan harus dilakukan dari dapur hingga ke siswa penerima,” tegasnya.

Sebelumnya, 15 siswa SMP Negeri 2 Karimun mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan MBG. Kasus serupa juga ditemukan di SDN 016 Sagulung, Batam. Hingga kini, hasil uji laboratorium sampel makanan masih ditunggu. (*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#keracunan mbg