Batampos - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri memastikan ketersediaan sapi kurban mencapai sekitar 7.000 ekor dan dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan warga saat Iduladha 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi mengatakan ribuan ekor sapi kurban tersebut didatangkan dari peternak lokal, hingga luar Kepri, yakni Lampung dan Riau.
Menurutnya, walaupun distribusi sapi dari luar daerah telah dibuka, pemerintah tetap menerapkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Walaupun distribusi sapi terbuka, kita tetap kita tetap mewaspadai potensi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK),” kata Rika, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Puluhan RT/RW di Melayu Kota Piring Tanjungpinang Tolak Rencana Perampingan
Sehingga, ia menyebut talah meminta petugas kesehatan hewan di kabupaten dan kota untuk memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban.
Selain itu, kata dia pemeriksaan juga akan dilakukan secara menyeluruh menjelang Idul Adha, termasuk di kandang peternak dan tempat penampungan sementara.
"Pemeriksaan akan dilakukan dua minggu sebelum Iduladha. Ini untuk menjamin hewan kurban di Kepri layak dikonsumsi masyarakat,” sebutnya.
Baca Juga: Polisi Ungkap Penyebab Mobil Terbalik di Galang Batang
Ia menambahkan hingga saat ini belum ditemukan laporan adanya hewan kurban yang terjangkit penyakit menular di wilayah Kepri. Kondisi kesehatan hewan di lapangan juga disebut masih aman dengan pengawasan yang terus diperketat.
Pihaknya bakal terus bersinergi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus diperkuat untuk menjaga kelancaran pasokan serta stabilitas harga hewan kurban menjelang Idul Adha 2026.
"Masyarakat Kepri tidak perlu khawatir, karena ketersediaan sapi dipastikan aman dan cukup," pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak