Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Polda Kepri dan Kepolisian Johor Perkuat Sinergi Berantas Perdagangan Manusia dan Narkoba di Selat Malaka

Yashinta • Rabu, 24 Juni 2026 | 23:00 WIB
Ketua Polis Johor, CP Dato’ AB Rahaman Bin Arsad, bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin dalam rapat kesepakatan kerjasama di Mapolda Kepri, Selasa (23/6/2026). F Humas Polda Kepri untuk Batam Pos
Ketua Polis Johor, CP Dato’ AB Rahaman Bin Arsad, bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin dalam rapat kesepakatan kerjasama di Mapolda Kepri, Selasa (23/6/2026). F Humas Polda Kepri untuk Batam Pos

Batampos – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri bersama Polis Johor menjalankan kesepakatan kerjasama menjaga keamanan wilayah perbatasan, khususnya di kawasan Selat Malaka.

Dua persoalan yang menjadi fokus utama kolaborasi, yakni Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan peredaran narkotika lintas negara yang hingga kini masih menjadi ancaman serius.

Komitmen itu mengemuka dalam kunjungan kehormatan Ketua Polis Johor, CP Dato’ AB Rahaman Bin Arsad, bersama rombongan dan Malaysia Police Liaison Officer (MPLO) Medan ke Mapolda Kepri, kemarin.

Baca Juga: Dulu Pahlawan Lawan Penjajah Pakai Senjata, Argya Sebut Kini Polisi Berjuang Lewat Pelayanan

Rombongan diterima langsung Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin didampingi Wakapolda Kepri Brigjen Anom Wibowo serta jajaran pejabat utama Polda Kepri.

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi kedua institusi mengingat Kepulauan Riau dan Johor memiliki wilayah perbatasan yang saling berdekatan dan menghadapi tantangan keamanan yang hampir serupa.

“Pertemuan ini sangat penting untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan kawasan perbatasan. Kepulauan Riau merupakan wilayah strategis yang kerap dimanfaatkan jaringan kejahatan lintas negara,” ujarnya.

Baca Juga: Dua Pelajar Disambar Petir, Satu Tewas dan Satu Dalam Perawatan

Ia mengungkapkan, Polda Kepri telah menangani sejumlah kasus besar, termasuk dua pengungkapan penyelundupan sabu dengan total barang bukti mencapai dua ton yang saat ini masih berproses di pengadilan.

Selain narkotika, tingginya kasus TPPO juga menjadi perhatian serius. Menurutnya, Kepri kerap dimanfaatkan sebagai pintu masuk maupun jalur transit jaringan perdagangan manusia.

“Modus yang saat ini banyak terjadi adalah pelaku masuk ke Malaysia menggunakan paspor dengan alasan wisata, kemudian diberangkatkan ke Kamboja. Korban dijanjikan pekerjaan bergaji tinggi, namun akhirnya dieksploitasi dan gajinya ditahan,” jelasnya.

Asep mengungkapkan perkembangan modus peredaran narkotika yang semakin kompleks. Saat ini, bahan kimia pembuat narkoba mulai dikirim ke wilayah perbatasan untuk diracik di laboratorium skala kecil atau mini labs.

“Persoalan narkotika dan perdagangan manusia harus menjadi fokus bersama. Dengan kerja sama yang semakin erat, kita berharap berbagai kejahatan lintas negara dapat dicegah sejak dini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Polis Johor CP Dato’ AB Rahaman Bin Arsad menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan dengan Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Kepri. Menurutnya, Johor siap menjadi tuan rumah pertemuan lanjutan yang secara khusus membahas penanganan TPPO dan peredaran narkotika.

“Kami ingin membangun kesepahaman yang lebih kuat antara Polis Johor dan Polda Kepri. Kami juga akan membentuk tim khusus untuk membahas berbagai kerawanan yang terjadi sehingga dapat ditangani lebih cepat,” katanya.

Ia mengungkapkan, hasil penindakan yang dilakukan pihaknya menunjukkan kawasan Johor dan Kepulauan Riau masih menjadi sasaran jaringan perdagangan manusia.

Selain itu, pihaknya juga menemukan maraknya peredaran cartridge vape yang mengandung narkotika. Sebagian besar produk tersebut diproduksi di Johor sebelum didistribusikan ke wilayah Kepri karena jarak kedua wilayah yang sangat berdekatan.

“Kami juga menemukan banyak warga negara Indonesia yang menjadi agen perantara jaringan perdagangan manusia. Modusnya beragam, mulai menggunakan paspor untuk bekerja di jaringan scam perjudian, masuk tanpa dokumen sebagai pekerja kebun, hingga menyalahgunakan visa wisata untuk melakukan tindak kejahatan,” ungkapnya.

Sementara beberapa waktu lalu Dirpolairud Polda Kepri telah menjalin komunikasi intensif dengan Polis Marin Malaysia melalui pertemuan langsung di wilayah perairan perbatasan. Sinergi tersebut akan terus diperkuat guna meningkatkan efektivitas penegakan hukum terhadap berbagai kejahatan lintas negara, khususnya TPPO di kawasan Selat Malaka. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Polis Johor #narkoba #polda kepri #tppo