Pemprov Kepri Gandeng PLN Icon Plus Perkuat Internet dan Kembangkan Energi Hijau hingga Pulau Terlu

Antara • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:29 WIB
Gubernur Kepri Ansar Ahmad (kemeja putih) berdiskusi dengan PLN Icon Plus dan jajaran di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Kamis (27/8/2026). F -Diskominfo Kepri
Gubernur Kepri Ansar Ahmad (kemeja putih) berdiskusi dengan PLN Icon Plus dan jajaran di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Kamis (27/8/2026). F -Diskominfo Kepri

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menjajaki kerja sama strategis dengan PLN Icon Plus untuk memperkuat konektivitas internet sekaligus mengembangkan ekosistem energi hijau di seluruh wilayah kepulauan, termasuk daerah terluar.

Pembahasan tersebut berlangsung saat Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menerima jajaran PLN Icon Plus yang dipimpin General Manager Sumatera Bagian Tengah, Pepen Efendi, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis.

Pepen menjelaskan, PLN Icon Plus sebagai anak usaha PT PLN (Persero) tidak hanya bergerak di bidang layanan telekomunikasi dan penyediaan jaringan internet, tetapi juga memiliki berbagai solusi pendukung transformasi digital dan energi bersih.

"PLN Icon Plus bergerak di bidang telekomunikasi menyediakan kebutuhan internet dan data, baik untuk pemerintahan maupun swasta. Kami juga mendukung daerah-daerah terluar dan terjauh," ujar Pepen.

Selain layanan internet, PLN Icon Plus menawarkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), kendaraan listrik, hingga konsep smart office sebagai bagian dari implementasi energi hijau.

Menurut Pepen, sistem PLTS yang disiapkan terdiri atas tiga skema, yakni on grid, off grid, dan hybrid, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Sistem tersebut dinilai mampu menjadi alternatif penyediaan energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan di Kepulauan Riau.

Ia juga menegaskan komitmen PLN Icon Plus untuk mengoptimalkan aset dan jaringan milik PLN yang telah tersedia agar memberikan manfaat lebih besar bagi pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha.

Peluang pengembangan jaringan internet, lanjut Pepen, juga terbuka hingga wilayah Natuna dan pulau-pulau lainnya yang selama ini masih membutuhkan peningkatan konektivitas.

"Di Natuna dan pulau-pulau lainnya juga sudah ada beberapa peralatan. Kalau titik-titik BTS sudah diketahui, kami bisa membantu melihat peluang pengembangannya," katanya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menilai penguatan infrastruktur digital dan pemanfaatan energi hijau menjadi kebutuhan penting mengingat karakteristik Kepulauan Riau yang terdiri dari banyak pulau.

Ansar menyambut baik peluang pengembangan PLTS di lingkungan pemerintahan. Namun, ia mengingatkan bahwa pemasangan panel surya harus mempertimbangkan desain bangunan, terutama gedung-gedung yang mengusung arsitektur Melayu.

"Untuk pemasangan, bentuk bangunan menjadi salah satu kendala jika PLTS dipasang di atap. Coba dibuatkan simulasinya, nanti bisa kita diskusikan lebih lanjut," ujar Ansar.

Ia juga mendorong agar pemanfaatan PLTS tidak hanya diterapkan pada fasilitas pemerintah, tetapi juga diperluas kepada masyarakat. Menurutnya, rumah-rumah yang memiliki ruang instalasi memadai dapat memanfaatkan energi surya sebagai sumber listrik alternatif.

"Kalau memungkinkan, rumah-rumah masyarakat disiapkan ruang untuk instalasi PLTS," katanya.

Di sektor telekomunikasi, Ansar meminta PLN Icon Plus mengkaji peluang penambahan jaringan serta peningkatan kapasitas bandwidth pada infrastruktur yang sudah tersedia, termasuk Base Transceiver Station (BTS) yang dibangun melalui program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

Ia berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal lahirnya kerja sama yang lebih konkret antara Pemprov Kepri dan PLN Icon Plus dalam mempercepat pemerataan akses internet sekaligus memperluas pemanfaatan energi bersih di seluruh wilayah Kepulauan Riau. (*)

Editor : Putut Ariyo
Internet Kepri PLN Icon Plus energi hijau Ansar Ahmad pemprov kepri