Asap Lintas Wilayah Mulai Mengancam Lingga dan Karimun, Batam Masih Aman

Abdul Azis Maulana • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:51 WIB

 

Para prajurit TNI memadamkan api di lokasi karhutla. Belasan ribu personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai daerah Indonesia. (TNI)
Para prajurit TNI memadamkan api di lokasi karhutla. Belasan ribu personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di berbagai daerah Indonesia. (TNI)

 
batampos
- Sebaran asap yang terpantau di sejumlah wilayah Indonesia mulai mengancam Kepulauan Riau (Kepri). Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam, Kabupaten Lingga dan Karimun berpotensi terdampak asap lintas wilayah.

Prakiraan tersebut berdasarkan citra satelit Himawari 9 SM pada Jumat (28/8) pukul 10.00 WIB. BMKG mendeteksi adanya potensi sebaran asap yang mengarah ke sebagian wilayah Lingga dan Karimun.

Prakirawan BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Fitri Annisa, mengatakan potensi paparan kabut asap tersebut merujuk pada analisis pergerakan angin dan titik panas (hotspot) yang terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

“Berdasarkan peta sebaran asap tersebut, sebagian wilayah Kabupaten Lingga dan Karimun ada potensi terdampak,” ujar Fitri, Jumat (28/8).

Meski Kepri masuk dalam pemetaan lintasan sebaran asap, Kota Batam sejauh ini relatif aman dari kiriman asap provinsi tetangga.

“Batam diprakirakan tidak berpotensi terdampak langsung oleh asap lintas batas (transboundary haze) maupun kiriman dari wilayah lain,” katanya.

Baca Juga: Polda Kepri Bagi Zona Penanganan Karhutla, Setiap Kebakaran Diselidiki

Data BMKG menunjukkan sebaran asap terdeteksi di sejumlah provinsi, di antaranya Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Sebaran juga terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, serta Maluku dan Papua Barat.

Sementara itu, pola arah angin di wilayah Indonesia umumnya bergerak dari Tenggara menuju Barat Laut hingga Utara dengan kecepatan bervariasi antara 5 hingga 20 knot.

Pergerakan angin tersebut membawa paparan asap di sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan menuju arah Barat Laut hingga Utara. BMKG juga mencatat adanya transboundary haze dari Kalimantan Barat yang bergerak menyeberang menuju Sarawak, Malaysia.

Untuk mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah berpotensi terdampak seperti Lingga dan Karimun, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan.

“Masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” kata Fitri.

BMKG Kelas I Hang Nadim Batam terus melakukan pemantauan berkala terhadap dinamika pola angin dan sebaran titik panas. Pemantauan dilakukan untuk memberikan informasi terbaru mengenai kondisi cuaca dan kualitas udara kepada masyarakat di Kepulauan Riau. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
kualitas udara BMKG Hang Nadim asap karhutla kepri