batampos- Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun bersama dengan Bulog Karimun menggelar operasi pasar murah selama dua hari, yakni Sabtu (2/8) dan Minggu (3/8) di parkiran Pasar Puan Maimun, Kecamatan Karimun. Namun hanya satu jenis komoditas yang dijual, yakni beras SPHP. Dan, dalam dua hari 5,5 ton beras SPHP habis terjual.
''Sesuai dengan hasil rapat koordinasi kami dengan instansi terkait termasuk Bulog pada Jumat
(1/8), maka salah pada hari berikutnya Sabtu (2//8) dan Minggu (3/8) langsung menggelar
operasi pasar murah dengan menjual beras Bulog SPHP. Hal ini sebagai bentuk pemerintah
turun tangan dalam mengadakan beras murah di pasar,'' ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra kepada Batam Pos.
Dalam dua hari pelaksanaan operasi pasar murah, katanya, disediakan 5,5 ton. Dengan rincian
pada Sabtu (2/8) terjual 2 ton dan pada Minggu (3/8) terjual 3,5 ton. Untuk harga normal 5 kg
Rp65.500. Namun, pada saat pasar murah harganya menjadi lebih murah lagi, yakni Rp59 ribu per kampit 5 kg. Kemudian, ada bantuan subsidi dari Bupati dan Wakil Bupati Karimun untuk 4 ton beras SPHP.
''Maksudnya begini, dari 5,5 ton beras SPHP yang terjual dalam dua hari ini 4 ton itu ada subsidi sebesar Rp4 ribu rupiah dari Bupati dan Wakil Karimun. Jadi, dari harga jual Rp59 ribu per kampit 5 kg menjadi Rp55 ribu. Sementara yang 1,5 ton lagi dijual dengan harga Rp59. ribu. Dalam dua hari pelaksanaan operasi pasar murah beras SPHP ini memang masyarakat cukup antusias,'' jelasnya.
Rencana, tambah Sukrianto, sesuai dengan arahan darui Bupati Karimun lokasi operasi pasar
murah akan pihak tempat. Yakni, tidak hanya di Pasar Puan Maimun, tapi juga di Pasar Meral dan juga pasar yang ada di Kecamatan Tebing. Jika tidak ada halangan, kemungkinan pada
pertengahan bulan ini akan dilaksanakan.
Terkait dengan daging beku, Sukrianto menjelaskan, sampai saat ini memang daging sapi beku
belum ada di Kabupaten Karimun. Meski demikian, dia sudah mendorong salah satu pengusaha penggilingan daging bakso yang sudah memiliki jaringan di Jawa untuk mendatangkan daging sapi beku dari sana. Artinya, tidak tergantung dengan Batam.
''Kita sudah menjembatani pertemuan antara pengusaha penggilingan daging bakso dengan PT Pelabuhan Karimun (Perseroda). Dan, dari kita juga pada prinsipnya sidaop untuk memberikan kemudahan perizinan terkait dengan izin masuknya daging sapi dari luar. Diharapkan, dalam beberapa bulan ini rencana tersebut bisa terealisasi,'' ungkapnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung