Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Belum Ada Solusi, Beras Makin Langka di Karimun, Berbagai Merek Beras Sudah Hilang dari Pasaran

Tri Haryono • Rabu, 6 Agustus 2025 | 08:00 WIB

Beras mulai menipis di pasaran, sejumlah merek malah sudah kosong.
Beras mulai menipis di pasaran, sejumlah merek malah sudah kosong.

batampos- Hampir dua pekan ini, terjadi kelangkaan beras di Karimun. Belum kunjung ada solusi oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sehingga, berbagai jenis merk beras sudah hilang dipasaran saat ini yang berdampak terhadap para pedagang makanan termasuk rumah makan.

" Tak taulah mau jualan apa lagi sekarang. Cari beras aja sampai keliling saya, beras premium aja langka. Bahkan, beberapa mini market saja sudah habis, apalagi beras medium atau bulog,'' keluh Lia salah seorang pedagang makanan, Selasa (5/8).

Selain beras yang langka juga, kebutuhan sembako sudah mulai naik dan langka juga seperti sayur-sayuran yang meroket harganya. Kemudian, untuk harga bawang putih yang cukup terasa naiknya dari Rp34 ribu per kilogram sekarang Rp42 ribu per kilogram tidak tertutup kemungkinan akan naik terus.

" Operasi pasar kemarin juga, tidak berpengaruh terhadap pasokan beras. Tetap aja langka sekarang ini, saya berharap ada terobosan serius dari pemda karimunlah,'' tuturnya.

Sementara itu salah seorang pedagang sayuran Wati juga mengeluhkan, kelangkaan sayuran dan sejenisnya yang terjadi saat ini sangat berdampak terhadap penjualan. Sebab, pasokan sayuran dan sejenisnya rata-rata dipasokan dari kota Batam maupun Pekanbaru.

" Biasa dari Batam pasokannya, seperti tomat, kentang, wortel, sayuran dan sebagainya. Sekarang sudah tidak masuk, apa mau kita jual nih,'' ucapnya.

Sedangkan, pantauan dilapangan aktivitas dipasar Puan Maimun terlihat sepi. Dan, banyak lapak-lapak yang kosong dari komoditi sembako. Termasuk, dibeberapa mini market juga terlihat tempat beras yang sudah banyak kosong.

" Belum tak lagi masuk kapan beras ini. Naik harga tidak ada, sekarang langka beras. Untuk di Karimun sendiri 70 persen beras didatangkan dari Batam,'' kata Alex perwakilan mini market Naga Mas.

Sebelumnya, Bea dan Cukai (BC) selama operasi patroli laut terpadu yang terdiri dari operasi jaring sriwijaya dan jaring wallacea diseluruh perairan Indonesia yang dimulai 1 Mei hingga 7 Juli lalu.

Telah melakukan penindakan terhadap pengangkutan beras sebanyak 27.090 karung dengan berat 714.25 ton dan gula sebanyak 396 karung dengan berat 19.8 ton yang komoditas tersebut diangkut tanpa dokumen pelindung menggunakan KLM 96 Jaya, KLM Harli Jaya 99, KLM Nusa Jaya 2 dan KM Camar Jonathan 05 diperairan Selat Pengelap, Karas Kecil, Pulau Cempa dan pulau Dempo dengan tujuan daratan Sumatera. Dimana, saat ini sedang dilakukan sinergitas bersama Badan Karantina.(*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#karimun #beras