" Untung warung tidak kenapa-napa, cuman motor saya yang rusak ringan kap bawah lepas, lampu sen dan spion patah. Meja dan kursin ada yang bengkok,'' kata Soleh salah seorang pemilik kios di hall A.
Ia mengungkapkan, dirinya sedang duduk tiba-tiba turun hujan cukup lebat yang disertai angin kencang dan petir. Sehingga, atap payung yang terbuat dari terpal membran jebol akibat tidak dapat menampung air hujan yang turun cukup deras.
" Kios Fariza juga terkena ada kaca pecah juga. Luar biasa hujan yang cukup lebat, saya berharap agar pemerintah daerah dapat menindaklanjutilah. Ini tidak bisa jualan saya, mana sekarang sepi jualan,'' harapnya.
Sementara pantauan dilapangan, payung memran yang roboh dan sobek setengah tersebut untuk tidak tiangnya turut roboh. Kejadian tersebut, banyak pengunjung yang mengabadikan dengan telepon pintarnya.
" Walan, bahaya ini. Untung tidak ada korban, sebab ada paskibraka sedang latihan. Tahun lalu sama bulan agustus juga kejadian seperti ini,'' ucap Apui.
Revitalisasi pusat jajanan kuliner hall A yang dikerjakan bulan September dengan pagu anggaran mencapai Rp2.380.975.733.88 yang bersumber dari APBD 2023 silam. Sudah kali kedua payung memran tersebut rusak.(*)
Editor : Tunggul Manurung