Batampos - Bupati Karimun Iskandarsyah berkomitmen akan mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui International Funding for Agriculture Development (IFAD) yang merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ada 232 orang warga Karimun tepatnya berada di kecamatan Sugie Besar yang perlu perhatian khusus.
" Kategori miskin esktrem sendiri, yaitu warga yang memang tidak memiliki apa-apa dan juga tidak bisa melakukan apa-apa. Artinya, kehidupannya benar-benar dalam kondisi yang sangat miskin,'' terangnya, Kamis (27/2/2026).
Warga yang dikategorikan kemiskinan ekstrem berada di wilayah pesisir kecamatan Sugie Besar yang mana kecamatan tersebut adalah kecamatan hasil pemekaran dari kecamatan induk yaitu kecamatan Moro.
" 232 warga yang dinyatakan miskin ekstrem, merupakan update terakhir setelah dilakukan verifikasi,'' tuturnya.
Dengan demikian, lanjut Iskandar dalam mengatasi persoalan tersebut, pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Kepri akan bersama-sama membantu warga yang mengalami miskin ekstrem. Seperti, memberikan bantuan rehabilitasi rumah, bantuan pangan dan melatih mereka dalam hal keterampilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
" Kita selesaikan secara keroyokan bersama Pemprov Kepri. Termasuk harus ada intervensi pemerintah pusat jugalah,'' ucapnya.
Sebab, daerah tersebut masih banyak kantong-kantong kemiskinan yang berada di wilayah pesisir yang pada umumnya merupakan masyarakat nelayan.
" Kita juga akan memberantas kemiskinan ekstrem tersebut dengan cara ‘Blue Economic‘ atau ekonomi biru yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo,'' kata Iskandarsyah. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak