batampos – Meski memasuki masa libur sekolah tahun 2025, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tetap beroperasi. Namun, selama masa libur, fokus layanan dialihkan dari peserta didik sekolah ke kelompok sasaran lain.
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, operasional SPPG tetap berjalan agar layanan pemenuhan gizi masyarakat tidak terhenti.
“Pelayanan tetap dilanjutkan. Selama libur sekolah, kegiatan dialihkan untuk ibu hamil dan anak-anak PAUD,” ujar Nyanyang, Rabu (24/12).
Menurutnya, pengalihan layanan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan di masing-masing daerah. Program ini diharapkan tetap mendukung pemenuhan gizi kelompok rentan meski aktivitas belajar mengajar di sekolah sementara dihentikan.
Sementara itu, terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Nyanyang menjelaskan bahwa penyaluran makanan bergizi ke sekolah bersifat situasional dan bergantung pada adanya permintaan.
“Untuk sekolah, itu tergantung permintaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, distribusi MBG hanya dilakukan jika terdapat kegiatan resmi atau aktivitas tertentu di lingkungan sekolah maupun lembaga terkait. Jika tidak ada kegiatan, penyaluran makanan bergizi tidak dilaksanakan.
“Kalau tidak ada permintaan, tentu tidak dikirim. Namun jika sekolah masih memiliki kegiatan, program MBG tetap bisa dilaksanakan di daerah masing-masing,” tutupnya. (*)
Editor : M Tahang