Batampos - Kunjungan kerja Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, ke Kepulauan Riau tidak hanya diisi dengan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga sejumlah agenda simbolis yang sarat makna.
Bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Menag melakukan penanaman pohon matoa di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan.
Selain itu, Menag juga menandatangani prasasti peresmian Gedung Kantor Kemenag Kabupaten Kepulauan Anambas serta Ruang Kelas Baru (RKB) MAN 1 Natuna. Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan keagamaan di wilayah perbatasan.
Baca Juga: Menteri Agama Nasaruddin Umar Kukuhkan BP4 Kepri Sekaligus Tausiyah Peringatan Isra Miraj
Dalam kesempatan tersebut, Menag turut menyinggung nilai kesabaran dan rasa syukur yang harus dimiliki ASN Kemenag. Ia membedakan antara syukur dan syakur, serta menekankan pentingnya sifat asshobur atau kesabaran tingkat tinggi.
“Meski difitnah atau dimaki, tetaplah berterima kasih dan terus berdakwah. Itulah assobur,” katanya.
Menag juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kekayaan intelektual dan spiritual Kepulauan Riau, khususnya setelah berziarah ke makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat.
Ia meyakini bahwa warisan intelektual para ulama dan wali akan menjadi penjaga keberkahan serta keamanan bumi Kepulauan Riau.
“Warisan intelektual dan spiritual para pendahulu inilah yang menjaga Kepri tetap diberkahi,” pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak