Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Mentan Tegaskan Berantas Penyelundup Beras di Kepri

Tri Haryono • Selasa, 20 Januari 2026 | 13:00 WIB

MENTERI Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat meninjau beras hasil penangkapan aparat penegak hukum di gudang Kanwil DJBC Kepri.f.TRI HARYONO/Batam Pos
MENTERI Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat meninjau beras hasil penangkapan aparat penegak hukum di gudang Kanwil DJBC Kepri.f.TRI HARYONO/Batam Pos

Batampos - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman, Senin (19/1/2026) pagi melakukan peninjauan digudang Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa pihaknya mengucapkan terimakasih atas hasil penindakan oleh penegak hukum baik pihak BC maupun karantina dan lainnya.

" Hari ini saya mengecek beras ilegal yang ditangkap oleh aparat penegak hukum dan saya minta ditindak tegas terhadap pelakunya. Ini penghianat bangsa, sebab Indonesia sudah swasembada beras ditingkat Nasional maupun di International PBB,'' tegasnya.

Beras hasil penindakan ini, totalnya mencapai 1000 ton. Ia mengungkapkan, kalau dilihat beras hasil tangkapan ini cukup menarik. Sebab, asal beras tersebut berasal dari Tanjungpinang yang bukan daerah penghasil beras atau tidak punya sawah. Dan, akan dikirim ke Palembngan yang justru surplus 1,1 juta ton dengan hasil produksi 3,5 juta ton.

" Ini tidak masuk akal, bisa kita duga bahwa ini selundupan. Nanti, tim penyidik dari Satgas Pangan, Mabes , Polda dan TNI untuk dituntaskan. Inilah, maksud bapak presiden RI sebagai penghianat bangsa,'' ungkapnya.

Kenapa demikian, lanjut Amran lagi bahwa secara nasional, Indonesia telah berada dalam kondisi swasembada beras. Untuk itu, tidak ada alasan bagi pihak-pihak tertentu untuk memasukkan beras dari luar negeri secara ilegal. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut dinilai mencederai upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

" Akibat prilaku 2-3 orang saja, tapi mereka menghianati 115 juta petani kita. Saya minta ditindak tegas, usut sampai ke akar-akarnya agar tidak terjadi lagi di masa depan," ungkapnya.

Sedangkan, untuk kebutuhan beras di wilayah Provinsi Kepulauan Riau dirinya secara tegas kepada kepala Bulog harus bertanggungjawab stok beras harus cukup. Sebab, secara nasional surplus.

" Tidak ada alasan kekurangan beras, beras akan kita kirim terus kewilayah Kepri ini. Gudangnya harus penuh, untuk beras hasil tangkapan saya sarankan agar dimusnahkan saja,'' katanya. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#beras ilegal #Penyelundupan Beras #mentan #kepri