Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kepri Genjot Pembangunan SPPG Wilayah Terluar dan Tertinggal

Mohamad Ismail • Jumat, 6 Februari 2026 | 11:30 WIB
Wagub Kepri Nyanyang saat melakukan pertemuan pembahasan MBG di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kamis (5/2/2026). F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Wagub Kepri Nyanyang saat melakukan pertemuan pembahasan MBG di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kamis (5/2/2026). F. Mohamad Ismail/Batam Pos

Batampos - Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Provinsi Kepri dipercepat. Saat ini, progres SPPG sudah mencapai 85 persen.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura mengatakan bahwa ia telah melakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah kabupaten/kota, hingga Badan Gizi Nasional (BGN).

Kata dia, fokus utama dalam koordinasi tersebut untuk memastikan sida 15 persen SPPG di daerah terpencil dapat rampung dan beroperasi pada Febuari 2026 ini.

"Saat ini sudah masuk tahap appraisal pertama dan kedua, akhir Februari atau Maret ini sudah selesai," kata Nyanyang, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, bahwa pembangunan SPPG terpencil itu melibatkan skema pendanaan yang terukur dari para investor dengan rincian pencairan bertahap mulai dari 60 persen hingga dua kali termin 20 persen.

"Kita akan terus berkoordinasi dengan Kepala BGN agar SPPG ini segera beroperasi, karena masyarakat di wilayah 3T sudah sangat menanti manfaat program MBG ini," tegas ya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Gizi wilayah Riau, Kepri, dan Sumbar, Syartiwidya menyatakan betapa pentingnya kehadiran SPG di titik-titik terpencil yang selama ini sulit terjangkau.

"Jadi Satgas harys segera mengajukan kembali titik-titik yang belum terjamah. Syarat untuk SPG terpencil ini adalah wilayah dengan penerima manfaat di bawah seribu orang," pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Pembangunan SPPG Kepri #Nyanyang Haris Pratamura