batampos - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Kepulauan Riau (BP3MI Kepri) terus memperkuat pemberangkatan pekerja migran Indonesia (PMI) secara legal dan prosedural di wilayah perbatasan Indonesia.
Kepala BP3MI Kepri, Imam Riyadi, mengatakan keberadaan gugus tugas daerah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah PMI yang berangkat secara resmi dan sesuai prosedur.
“Dampak positif adanya gugus tugas daerah TPPO adalah semakin banyak PMI yang berangkat secara legal dan prosedural,” ujar Imam saat dikonfirmasi di Batam, Selasa.
Program Gerakan Nasional Migran Aman dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Sementara BP3MI Kepri mengikuti kegiatan tersebut secara daring dari Kabupaten Karimun.
Imam turut mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan di wilayah perbatasan atas komitmen bersama dalam penanganan PMI, khususnya di Kepulauan Riau yang menjadi salah satu daerah strategis perlintasan pekerja migran.
Menurutnya, forum kerja sama sosial ekonomi Malaysia-Indonesia atau Sosek Malindo juga membuka peluang kerja sama penempatan PMI di wilayah Melaka dan Johor Bahru, Malaysia.
“Harapannya dapat melayani PMI yang bekerja turun-temurun di wilayah perbatasan, misalnya dengan pass lintas batas,” katanya.
Ia menegaskan penguatan kolaborasi lintas sektor tetap menjadi kunci dalam pengawasan dan perlindungan PMI di wilayah Kepri.
KP2MI sendiri berkomitmen memperkuat perlindungan PMI secara menyeluruh, mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke tanah air.
Gerakan Nasional Migran Aman bertujuan meningkatkan edukasi, perlindungan, serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa melalui penguatan program Desa Migran Emas.
Dalam kegiatan tingkat daerah yang digelar di Karimun, sebanyak 132 peserta hadir yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, hingga perwakilan PMI.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau, Roby Topan Manusiwa, mengatakan kepolisian terus aktif melakukan pencegahan penyelundupan migran dan TPPO bersama BP3MI Kepri.
“Semoga kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat agar bekerja secara aman sesuai prosedur,” ujarnya.
Sementara itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru yang diwakili Konsul/Sekretaris I, Leny Marliani, menilai pencanangan Gerakan Nasional Migran Aman menjadi langkah penting dalam membangun sistem perlindungan PMI yang lebih kuat dan menyeluruh.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah bagi PMI dan upaya mengangkat martabat PMI agar dapat bekerja secara aman serta memperoleh perlindungan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, BP3MI Kepri juga menyerahkan kartu Elektronik Kartu Pekerja Migran Indonesia (E-KPMI) secara simbolis kepada PMI asal Karimun serta manfaat klaim asuransi PMI senilai Rp12,9 juta kepada keluarga PMI.
Selain itu, penghargaan turut diberikan kepada sejumlah instansi, desa, sekolah, dan PMI inspiratif yang dinilai aktif mendukung penempatan PMI secara aman dan prosedural di wilayah Kepulauan Riau. (*)
Editor : Jamil Qasim