batampos – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih menempati posisi kedua tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi di Indonesia berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026. Meski mengalami penurunan tipis dibandingkan tahun sebelumnya, angka pengangguran di Kepri masih berada di atas rata-rata nasional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan TPT Kepri pada Februari 2026 mencapai 6,87 persen atau turun tipis dari 6,89 persen pada periode yang sama tahun 2025. Dengan angka tersebut, sekitar enam hingga tujuh orang dari setiap 100 angkatan kerja di Kepri masih belum mendapatkan pekerjaan.
Humas BPS Kepri, Resa Surya Utama, mengatakan tingginya angka pengangguran di Kepri masih didominasi oleh kelompok lulusan pendidikan menengah hingga perguruan tinggi.
“Seperti TPT tamatan diploma dan perguruan tinggi yang mencapai 7,93 persen. Kemudian lulusan SMA/SMK sebesar 8,67 persen, sedangkan selebihnya berasal dari jenjang pendidikan SMP ke bawah,” ujar Resa, Selasa (2/6).
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja yang tersedia. Di sisi lain, tingginya jumlah pencari kerja baru dari kalangan lulusan sekolah dan perguruan tinggi juga turut memengaruhi tingginya angka pengangguran terbuka di daerah ini.
Kepri selama ini dikenal sebagai salah satu daerah tujuan investasi nasional yang ditopang sektor industri manufaktur, galangan kapal, perdagangan, dan jasa. Namun, dinamika ekonomi global serta ketatnya persaingan tenaga kerja menyebabkan penyerapan tenaga kerja belum mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja baru.
Meski demikian, penurunan TPT dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan adanya perbaikan di pasar tenaga kerja Kepri. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat program peningkatan keterampilan tenaga kerja, pendidikan vokasi, serta mendorong investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
BPS juga menilai sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah menjadi faktor penting untuk menekan angka pengangguran, terutama bagi lulusan SMA, SMK, diploma, dan perguruan tinggi yang saat ini menjadi kelompok pengangguran terbesar di Kepri.
Baca selengkapnya di harianbatampos.co.id
Editor : Jamil Qasim