Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kapolda Kepri Terima Penghargaan "Sekalung Budi" atas Pelestarian Gurindam 12

Yashinta • Jumat, 26 Juni 2026 | 23:58 WIB
Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudi,n menerima penghargaan “Sekalung Budi” dari Dewan Kebudayaan Kepri atas dedikasinya menginisiasi rekaman audiovisual Gurindam 12 karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji. Foto: Istimewa
Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudi,n menerima penghargaan “Sekalung Budi” dari Dewan Kebudayaan Kepri atas dedikasinya menginisiasi rekaman audiovisual Gurindam 12 karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji. Foto: Istimewa

batampos – Komitmen Polda Kepulauan Riau dalam melestarikan warisan budaya Melayu mendapat apresiasi dari Dewan Kebudayaan Kepulauan Riau. Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menerima penghargaan "Sekalung Budi" atas inisiatifnya menggagas rekaman audiovisual Gurindam 12, karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji.

Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kepulauan Riau, Dato' Sri Lela Budaya Rida K. Liamsi, dalam rangkaian Kenduri Kebangsaan dan Tausiah Kebangsaan memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Kamis (25/6).

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas langkah Polda Kepri yang menginisiasi pembuatan rekaman audiovisual Gurindam 12. Inisiatif tersebut dinilai menjadi upaya konkret memperkenalkan sekaligus melestarikan salah satu karya sastra Melayu paling berpengaruh yang lahir di Kepulauan Riau.

Baca Juga: Bea Cukai Batam Ajak Media Perkuat Sinergi Kawal Penerimaan Negara Lewat Operasi ASAP

Polda Kepri juga menjadi institusi pertama yang menggagas dokumentasi audiovisual Gurindam 12. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam mendukung pelestarian budaya daerah sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu sebagai warisan bangsa.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus berkontribusi menjaga nilai-nilai budaya lokal.

"Nilai-nilai dalam Gurindam 12 mengajarkan akhlak, etika, dan pedoman hidup bermasyarakat. Kami berharap rekaman audiovisual ini menjadi media edukasi yang mampu memperkenalkan pesan-pesan luhur Raja Ali Haji kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga tetap lestari dan relevan sepanjang zaman," ujarnya.

Ia menegaskan pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab budayawan maupun pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi Polri.

Baca Juga: Libur Sekolah, Tarif Ferry Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen

"Polda Kepri akan terus mendukung berbagai program yang bertujuan menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kepulauan Riau, Dato' Sri Lela Budaya Rida K. Liamsi, mengatakan penghargaan "Sekalung Budi" diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap komitmen Polda Kepri dalam mengembangkan budaya Melayu melalui pendekatan yang mengikuti perkembangan zaman.

Menurutnya, dokumentasi audiovisual Gurindam 12 menjadi langkah strategis agar karya Raja Ali Haji semakin mudah dipahami dan dinikmati masyarakat, terutama generasi muda yang akrab dengan media digital.

"Rekaman audiovisual Gurindam 12 merupakan inovasi penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap warisan budaya Melayu tanpa menghilangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya," ujarnya.

Baca Juga: Libur Sekolah, Tarif Ferry Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen

Penghargaan tersebut sekaligus mencerminkan sinergi antara Polri dan kalangan budayawan dalam menjaga, mengembangkan, serta mewariskan budaya Melayu sebagai bagian dari penguatan karakter bangsa.

Sejalan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus mendukung pelestarian budaya dan kearifan lokal di Kepulauan Riau. (*)

Editor : M Tahang
#Hari Bhayangkara ke-80 #Polda Kepri #gurindam 12 #kapolda kepri #budaya melayu