Kepri Diingatkan Jaga Pasar Wisman Singapura

Mohamad Ismail • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 17:31 WIB
Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua.
Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua.

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama pemerintah kabupaten/kota diminta meningkatkan upaya untuk mempertahankan pasar wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura.

Hal tersebut menyusul semakin banyaknya penerbangan langsung dari Singapura menuju sejumlah daerah tujuan wisata di Indonesia. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan persaingan bagi Kepri dalam menarik kunjungan wisatawan asal Negeri Singa.

Selama ini, Kepri terutama bersaing dengan Malaysia dalam memperebutkan pasar wisatawan Singapura. Namun, dengan dibukanya sejumlah rute penerbangan baru, Kepri kini harus menghadapi persaingan dari berbagai destinasi wisata di Indonesia.

"Daerah lain saat ini sedang berlomba merintis dan membuka penerbangan ke Singapura. Apalagi harga tiketnya memadai untuk wisatawan jangka pendek, tiga sampai empat hari," kata Anggota DPRD Kepri Rudy Chua kepada Batam Pos, Selasa (1/9/2026).

Menurut Rudy, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah di Kepri. Persaingan yang semakin ketat menuntut Kepri lebih aktif mempromosikan destinasi wisata sekaligus menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu menarik minat wisman.

Ia menilai wisatawan Singapura memiliki banyak pilihan destinasi dengan karakter budaya yang berbeda. Hal tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka untuk berkunjung ke daerah lain di Indonesia.

"Mereka sudah tidak antusias. Karena latar belakang budaya Kepri itu Melayu, sama seperti Singapura," ujarnya.

Karena itu, Rudy menyebut kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi Kepri dan pemerintah kabupaten/kota. Pembukaan penerbangan baru dari Singapura jangan sampai justru berdampak terhadap penurunan jumlah kunjungan wisman ke Kepri.

Ia menyarankan pemerintah daerah menyusun dan menyelenggarakan kegiatan pariwisata yang lebih terukur serta memiliki target yang jelas, khususnya dalam mendatangkan wisatawan mancanegara.

"Karena kadang-kadang kita buat kegiatan, namun yang datang wisatawan lokal semua. Hanya beberapa wisman," pungkasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
pasar wisatawan wisman