batampos – Dua penerbangan dari Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dibatalkan pada Minggu (6/9). Pembatalan dilakukan setelah Bandara Soekarno-Hatta menghentikan sementara operasional akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pantauan Batam Pos di Bandara RHF Tanjungpinang, terminal kedatangan dan keberangkatan tampak lengang. Sejumlah kursi tunggu penumpang juga terlihat kosong, berbeda dengan kondisi normal ketika aktivitas penerbangan menuju Jakarta cukup ramai.
“Karena Bandara Soekarno-Hatta menghentikan operasional sementara waktu. Penerbangan dari dan menuju bandara tersebut tidak diterbangkan hari ini,” kata General Manager Bandara RHF, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan.
Ia mengatakan, terdapat dua penerbangan dari Bandara RHF menuju Soekarno-Hatta yang dibatalkan. Masing-masing penerbangan Batik Air dengan 126 penumpang dan Citilink sebanyak 133 penumpang.
Sementara itu, penerbangan dari Soekarno-Hatta menuju Tanjungpinang yang ikut dibatalkan terdiri dari Batik Air dengan 74 penumpang dan Citilink sebanyak 136 penumpang.
“Sehingga penerbangan Batik Air dan Citilink yang seharusnya berangkat ke Tanjungpinang dan kembali lagi ke Soekarno-Hatta dibatalkan,” ujarnya.
Setiadi mengatakan, penghentian sementara operasional Bandara Soekarno-Hatta berkaitan dengan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Hingga Minggu, pihak Bandara RHF belum mengetahui kapan penerbangan menuju Soekarno-Hatta kembali dibuka. Pengelola bandara masih menunggu informasi terkait pembukaan kembali operasional bandara di Jakarta tersebut.
“Kapan dibuka kembali, kita belum tahu. Bisa jadi sore ini dibuka lagi atau sampai besok. Kita juga masih menunggu,” ucap Setiadi.
Ia mengimbau masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara RHF untuk memantau perkembangan jadwal penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai masing-masing guna memastikan keberangkatan. (*)
Editor : Fiska Juanda