AMSI Kepri dan LAM Buka Ruang Kolaborasi, Program Adat Melayu Bakal Diperluas

Mohamad Ismail • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 16:01 WIB
AMSI Kepri saat audensi dengan LAM Kepri di Tanjungpinang, Kamis (10/9). F. Mohamad Ismail/Batam Pos
AMSI Kepri saat audensi dengan LAM Kepri di Tanjungpinang, Kamis (10/9). F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kepulauan Riau (Kepri) membuka ruang kolaborasi dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri untuk memperluas publikasi berbagai program dan kegiatan lembaga adat tersebut agar lebih dikenal masyarakat.

Hal itu disampaikan dalam audiensi AMSI Kepri dengan LAM Kepri di Tanjungpinang, Kamis (10/9).

Ketua AMSI Kepri Jailani mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya menawarkan sejumlah program yang dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat kerja sama dengan LAM Kepri.

"LAM Kepri sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dan ke depannya akan diperkuat dengan MoU," kata Jailani.

Menurut dia, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya AMSI Kepri ikut menjaga dan memperkuat keberadaan adat Melayu di Provinsi Kepri.

Selama ini, kata Jailani, keberadaan LAM masih kerap dipandang sebatas lembaga yang memberikan gelar adat Melayu. Padahal, LAM memiliki berbagai program dan kegiatan yang perlu diketahui masyarakat luas.

Karena itu, AMSI Kepri siap menjadi salah satu wadah publikasi untuk menyampaikan berbagai program, kegiatan, serta peran LAM kepada masyarakat.

"Kegiatan-kegiatan mereka juga jarang terekspos, sehingga kita bisa menjadi wadah untuk menyampaikan program mereka," ujarnya.

Sementara itu, Ketua LAM Kepri Dato’ Seri Setia Utama H. Raja Al Hafiz mengatakan, banyak masukan dan kebutuhan masyarakat yang perlu menjadi perhatian bersama.

Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media, untuk menyampaikan informasi sekaligus memperluas manfaat berbagai program LAM Kepri.

Ia mengatakan, sejumlah program LAM perlu disampaikan secara luas kepada masyarakat agar keberadaan lembaga tersebut tidak hanya dipandang dari kegiatan adat yang bersifat seremonial.

Salah satu program yang tengah dibahas, kata dia, ialah peluang kerja sama dengan rumah sakit di Johor, Malaysia. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Kepri yang membutuhkan layanan kesehatan di Johor.

"Andaikan masyarakat Kepri mau berobat, rekomendasi dari LAM akan dapat potongan," kata Raja Al Hafiz.

Kerja sama tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu bentuk upaya LAM Kepri menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran lembaga adat dalam kehidupan sosial masyarakat Kepri. (*)

Editor : Jamil Qasim
Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri amsi