Selain dimakan begitu saja, cermai juga bisa diolah menjadi kuliner. Bahkan berbagai olahan tradisional dari buah cermai tetap bertahan dan masih digemari hingga kini.
Selain menjadi camilan, olahan ini juga menyimpan nilai budaya dan kenangan masa kecil bagi banyak orang. Berikut sejumlah olahan manisan dari buah cermai.
1. Manisan Cermai Kering
Manisan cermai kering dibuat dengan merendam buah cermai dalam larutan gula dan garam, lalu dijemur hingga kering. Rasanya manis-asam dengan sedikit sensasi segar yang bikin nagih. Manisan ini sering menjadi oleh-oleh khas daerah, terutama di Jawa dan Sumatra.
2. Manisan Cermai Basah
Berbeda dari versi kering, manisan cermai basah direndam dalam sirup gula hingga buahnya menjadi empuk dan terasa manis legit. Biasanya disimpan dalam toples kaca dan bisa tahan cukup lama.
3. Asinan Cermai
Asinan cermai adalah perpaduan rasa asam buah cermai dengan bumbu asinan yang gurih, pedas, dan manis. Olahan ini populer di daerah Jawa Barat, khususnya Bogor dan Bandung, dan biasanya disajikan bersama buah lain seperti kedondong atau mangga muda.
4. Rujak Cermai
Buah cermai muda sering dijadikan campuran rujak bersama buah lain. Rasa asamnya membuat cita rasa rujak semakin segar, apalagi bila dipadukan dengan bumbu rujak kacang yang pedas manis.
5. Sirup Cermai
Sirup cermai dibuat dengan merebus buah cermai bersama gula, lalu air rebusannya disaring dan dikemas sebagai minuman segar. Rasanya unik, asam-manis, dan kaya vitamin C.
6. Jus Cermai
Selain sirup, cermai juga bisa diolah menjadi jus segar. Campuran madu atau gula pasir biasanya ditambahkan untuk menyeimbangkan rasa asamnya.
7. Cermai Asam Garam
Olahan sederhana yang populer di desa, di mana buah cermai segar hanya ditaburi garam atau cabai bubuk. Praktis, murah, tapi bikin ketagihan.
Nilai Budaya dan Kenangan
Olahan tradisional buah cermai bukan hanya soal rasa, tapi juga menyimpan memori masa kecil saat memetik buah langsung dari pohon. Hingga kini, meski tren makanan modern terus berkembang, olahan-olahan ini tetap eksis di pasar tradisional dan toko oleh-oleh. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi