batampos - Korn akhirnya kembali dengan single terbaru berjudul “Reward The Scars”. Lagu ini menjadi rilisan pertama mereka dalam beberapa tahun terakhir dan langsung menarik perhatian karena terhubung dengan dunia video gim.
Kolaborasi menandai langkah unik yang menggabungkan industri musik dan gim dalam satu proyek besar dengan pendekatan visual dan audio yang kuat.
Rilisan langsung menarik perhatian karena menjadi karya pertama Korn sejak album Requiem (2022). Lagu tersebut bahkan telah diperkenalkan lebih dulu secara live dalam festival musik sebelum akhirnya dirilis resmi bersamaan dengan video musiknya.
Lagu "Reward The Scars" dibuat khusus untuk ekspansi Lord of Hatred yang rilis pada tahun 2026. Lagu menjadi bagian dari kampanye lintas media yang menggabungkan musik heavy metal dengan dunia gelap khas Diablo.
Lagu hadir dalam bentuk video musik resmi yang menampilkan visual bernuansa gelap dan brutal. Reward The Scars rilis pada Senin (27/4), di kanal YouTube @kornchannel.
Baca Juga: Aespa Hadirkan Teaser Lemonade, Konsep Baru Lebih Kompleks
Kerja sama dinilai sangat selaras karena gaya musik Korn yang gelap, emosional, dan agresif dianggap cocok dengan dunia Diablo yang penuh konflik dan kegelapan.
Bahkan pihak pengembang menyebut lagu mampu menangkap tema konsekuensi dan pertarungan melawan kegelapan yang menjadi inti cerita ekspansi terbaru.
Lagu tersebut terinspirasi langsung dari dunia Diablo. Menggabungkan elemen visual gim dalam video klip.
Reward The Scars menjadi bagian dari strategi promosi besar ekspansi gim. Kolaborasi ini mendapat respons positif karena menghidupkan kembali metal klasik.
Lagu ini menjadi momen penting bagi Korn dalam menandai kembalinya mereka ke industri musik global. Korn tetap menjadi salah satu ikon dalam genre metal dan terus menarik perhatian generasi baru pendengar.
Ekspansi Lord of Hatred membawa berbagai pembaruan besar, termasuk kampanye baru, wilayah tambahan, serta sistem gameplay yang diperluas.
Kehadiran lagu dari Korn menjadi bagian dari pengalaman imersif yang ingin dihadirkan oleh pengembang kepada para pemain.(*)
Editor : Juliana Belence