batampos - Persaingan pendidikan di Asia dikenal sangat ketat dan kompetitif. Sejumlah negara bahkan memiliki sistem ujian yang disebut sebagai salah satu paling sulit di dunia karena tekanan akademik tinggi serta tingkat kelulusan yang rendah.
Berrbagai ujian - ujian di Asia menjadi penentu masa depan pendidikan dan karier seseorang.
10 Ujian Akademik Paling Sulit di Asia
1. Gaokao (Tiongkok)
Gaokao merupakan ujian masuk universitas nasional di Tiongkok yang diikuti jutaan siswa setiap tahun. Ujian disebut sebagai salah satu tersulit di dunia karena hasilnya sangat menentukan peluang masuk universitas elite.
Peserta harus menghadapi soal matematika, bahasa, sains hingga humaniora dalam durasi panjang dengan tingkat kompetisi yang sangat ketat. Banyak siswa di Tiongkok mempersiapkan diri selama bertahun - tahun demi menghadapi Gaokao.
2. STPM (Malaysia)
Sertifikat Sekolah Menegah Atas (STPM) menjadi salah satu ujian pra-universitas tersulit di Asia. Standar akademiknya yang tinggi dan stara dengan A-Levels.
Baca Juga: Ingin Tampil Terlihat Mewah dan Elegan? Ini 6 Trik Berbusana yang Wajib Dicoba
3. IIT-JEE Advanced (India)
IIT-JEE Advanced merupakan pintu masuk menuju Indian Institutes of Technology (IIT), kampus teknik terbaik di India.
Soalnya dikenal sangat rumit karena mengutamakan pemahaman konsep dan logika tingkat tinggi dalam fisika, kimia dan matematika. Banyak siswa mengikuti bimbingan belajar intensif selama bertahun-tahun untuk lolos ujian ini.
4. Ujian Kelulusan Sekolah Menengah Atas Nasional (Vietnam)
Ujian tersebut digunakan untuk kelulusan sekolah menengah atas dan masuk universitas. Persaingan sangat tinggi untuk masuk ke universitas negeri besar.
5. SNBT (Indonesia)
Ujian Tertulis Berbasis Komputer dalam Sistem seleksi Nasional Berbasis Tes untuk penerimaan ke universitas negeri di Indonesia. Ujian menguji kemampuan penalaran, literasi, dan matematika.
6. Singapore-Cambridge GCE A-Level (Singapura)
Ujian nasional Singapura dengan standar akademik yang tinggi dan sistem pendidikan yang sangat kompetitif. Hasil A-Level menjadi penentu utama masuk ke universitas - universitas elit seperti NUS dan Nanyang Technological University.
7. Suneung (Korea Selatan)
Suneung adalah ujian masuk universitas di Korea Selatan yang sangat menentukan masa depan pendidikan siswa.
Saat ujian berlangsung, pemerintah Korea Selatan bahkan pernah menyesuaikan jadwal penerbangan demi menjaga ketenangan suasana ujian. Tekanan sosial terhadap hasil Suneung membuat ujian dikenal sangat berat bagi pelajar Korea.
8. National Center Test (Jepang)
Jepang memiliki ujian masuk universitas nasional yang terkenal kompetitif. Banyak siswa mengikuti sekolah tambahan atau bimbingan belajar khusus untuk menghadapi ujian tersebut.
Budaya disiplin dan ekspektasi akademik tinggi membuat tekanan terhadap siswa Jepang cukup besar sejak usia sekolah.
9. HKDSE (Hong Kong)
Hong Kong Diploma of Secondary Education Examination (HKDSE) menjadi salah satu ujian sekolah menengah paling kompetitif di Asia.
Nilai tinggi sangat dibutuhkan untuk masuk universitas ternama di Hong Kong maupun luar negeri sehingga banyak siswa menjalani persiapan intensif sejak dini.
10. TGAT dan A-Level (Tailan)
Ujian menjadi bagian dari sistem Penerimaan Pusat Universitas Tailan (TCAS). Ujian ini penting bagi siswa yang ingin masuk ke universitas ternama di Tailan.
Fenomena ujian sulit di Asia tidak hanya dipengaruhi tingkat kesulitan soal, tetapi budaya pendidikan yang kompetitif dan tingginya ekspektasi sosial terhadap prestasi akademik.(*)
Editor : Juliana Belence