Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

9 Kesalahan Menyimpan Daging Kurban yang Sering Dilakukan

JawaPos • Selasa, 26 Mei 2026 | 23:59 WIB
Ilustrasi kesalahan menyimpan daging kurban (Magnific)
Ilustrasi kesalahan menyimpan daging kurban (Magnific)

batampos - Mendapat daging kurban merupakan nikmat yang perlu dijaga dengan cara penyimpanan yang tepat agar tetap awet, higienis, dan dapat dikonsumsi dalam waktu lama. Namun, masih banyak masyarakat yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat menyimpannya, sehingga daging cepat rusak, berbau, atau berubah warna meski baru beberapa hari disimpan di kulkas.

Sejumlah sumber, mulai dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), pakar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Program Teknologi Veteriner Sekolah Vokasi UGM, hingga panduan rumah tangga, menegaskan bahwa kesalahan paling umum terjadi justru pada tahap awal penyimpanan, yaitu mencuci daging sebelum dibekukan.

Air yang tertinggal pada permukaan daging dapat menjadi media berkembangnya bakteri yang mempercepat proses pembusukan. Oleh karena itu, teknik penyimpanan yang benar sangat penting untuk menjaga kualitas daging kurban.

Berikut sembilan kesalahan yang perlu dihindari saat menyimpan daging kurban:

1. Mencuci daging sebelum disimpan
Daging kurban tidak perlu dicuci jika masih bersih. Air justru dapat mempercepat pertumbuhan bakteri. Cuci hanya saat akan dimasak.

2. Menyimpan dalam potongan besar
Potongan besar membuat proses pembekuan tidak merata. Sebaiknya daging dipotong sesuai porsi sekali masak.

3. Langsung dimasukkan ke freezer
Daging sebaiknya didinginkan terlebih dahulu di kulkas selama 12–24 jam agar proses pembekuan lebih stabil.

4. Membekukan ulang daging yang sudah dicairkan
Daging yang sudah thawing tidak boleh dibekukan kembali karena meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

5. Tidak menggunakan wadah kedap udara
Paparan udara dapat menyebabkan oksidasi dan perubahan warna serta aroma daging.

6. Menggunakan kantong plastik hitam
Plastik non-food grade berisiko mencemari daging. Gunakan wadah khusus makanan atau ziplock.

7. Suhu freezer tidak stabil
Suhu ideal penyimpanan daging adalah -18°C atau lebih rendah agar bakteri tidak aktif.

8. Tidak memberi label tanggal
Tanpa label, daging bisa tertinggal terlalu lama di freezer. Gunakan sistem FIFO (First In First Out).

9. Membiarkan daging terlalu lama di suhu ruang
Daging tidak boleh dibiarkan lebih dari dua jam di suhu ruang karena masuk zona bahaya pertumbuhan bakteri.

Dengan menerapkan cara penyimpanan yang benar, kualitas daging kurban dapat tetap terjaga lebih lama dan aman untuk dikonsumsi keluarga. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Daging Kurban #Penyimpanan Daging #Kesehatan Pangan #tips kesehatan #idul adha