batampos - Di tengah menjamurnya makanan modern, masyarakat Kabupaten Lingga masih mempertahankan berbagai kuliner tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya Melayu.
Salah satu yang tetap eksis adalah gubal sagu, makanan berbahan dasar sagu yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Gubal sagu terbuat dari tepung sagu yang diolah menjadi adonan padat berbentuk balok atau silinder. Makanan ini memiliki tekstur kenyal dan mengenyangkan sehingga kerap dijadikan pengganti nasi oleh masyarakat pesisir.
Biasanya, gubal sagu disajikan bersama kuah ikan, gulai seafood, atau sambal yang membuat cita rasanya semakin nikmat. Bagi yang ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, berikut resep sederhana gubal sagu khas Lingga.
Baca Juga: Cara Menyusun Meal Plan Diet Sehat Harian bagi Pemula
Bahan - bahan
- 500 gram tepung sagu
- 400 ml air panas
- 1 sendok teh garam
- Daun pisang secukupnya untuk membungkus
Cara Membuat
- Siapkan wadah besar, lalu masukkan tepung sagu dan garam.
- Tuangkan air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan mulai menggumpal.
- Uleni perlahan hingga adonan bisa dipadatkan dan tidak mudah hancur.
- Bentuk adonan memanjang menyerupai lontong atau balok sesuai selera.
- Bungkus rapat menggunakan daun pisang.
- Kukus selama 45 hingga 60 menit sampai matang.
- Angkat dan biarkan dingin sebelum dipotong - potong.
Pelengkap Kuah Ikan Sederhana
Agar lebih autentik, gubal sagu dapat dinikmati dengan kuah ikan khas Melayu.
Bahan:
- 500 gram ikan tenggiri atau ikan kakap
- 1 liter air
- 5 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 5 buah cabai merah
- 1 ruas kunyit
- Garam secukupnya
- Penyedap secukupnya
Cara Membuat:
- Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, dan kunyit.
- Tumis bumbu hingga harum.
- Tambahkan air dan masukkan ikan.
- Masak hingga ikan matang dan kuah mendidih.
- Tambahkan garam serta penyedap sesuai selera.
- Sajikan hangat bersama potongan gubal sagu.
- Gubal sagu menjadi salah satu bukti kuatnya budaya konsumsi sagu di wilayah Kepulauan Riau,
- khususnya Kabupaten Lingga. Pada masa lalu, sagu menjadi sumber pangan utama masyarakat
- karena mudah diperoleh dan mampu bertahan lama.
Hingga kini, gubal sagu masih sering dijumpai pada acara adat, pertemuan keluarga, hingga sajian sehari-hari di sejumlah daerah di Lingga. Rasanya yang sederhana namun khas membuat makanan ini tetap digemari lintas generasi.
Selain menjadi bagian dari identitas kuliner Melayu, gubal sagu juga menunjukkan kekayaan pangan lokal yang patut dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda. (*)
Editor : Juliana Belence