Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Menyapa Kota Mersing, Gerbang Memasuki Dunia Bahari Johor yang Ramah Terhadap UMKM Lokal

Chahaya Simanjuntak • Jumat, 26 Juni 2026 | 22:02 WIB
Anggota Forum Jurnalis Kepri (ki-ka): Dedi, Roma, Chahaya, Qoriul F, Penasehat Asosiasi Pariwisata Bahari Surya Wijaya, Anto, foto bersama di landmark kota Mersing, Mesmerising Mersing pekan lalu. F Dok pribadi untuk Batam Pos
Anggota Forum Jurnalis Kepri (ki-ka): Dedi, Roma, Chahaya, Qoriul F, Penasehat Asosiasi Pariwisata Bahari Surya Wijaya, Anto, foto bersama di landmark kota Mersing, Mesmerising Mersing pekan lalu. F Dok pribadi untuk Batam Pos

Batampos - Mersing, merupakan kota pantai di Malaysia yang menjadi gerbang menuju dunia bahari dan pulau-pulau eksotis di wilayah Johor. Kota ini juga sangat ramah dalam memberdayakan para pelaku usaha mikro (UMKM) dari warga lokalnya.

Forum Jurnalis pariwisata Kepri didampingi penasehat yang juga Presiden Direktur Keenan Tour and Travel dan Aspabri, Surya Wijaya berkesempata melihat atau mengunjungi kota ini yang dimulai dari kawasan Mentigi Bay. Dari pantai, hamparan laut biru yang tenang dengan semilir angin yang menggerakkan dedaunan menyambut setiap pengunjung yang datang.

Di Mentigi Bay ini, para pelancong atau wisatawan dapat menikmati berbagai pilihan akomodasi bernuansa alam. Beberapa vila bahkan kerap penuh dipesan, terutama saat musim liburan seperti sekarang ini.

Mentigi Bay menghadirkan Villa Tok Mi. Vila dua kamar mulai 150 hingga 230 ringgit per malam, sementara vila tiga kamar lengkap dengan ruang terbuka, dapur, dan fasilitas lainnya disewakan sekitar 500 ringgit per malam. Seluruh vila ini menghadap pantai.

Vila atau penginapan di Mentigi Bay, Mersing. F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos
Vila atau penginapan di Mentigi Bay, Mersing. F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos

Kota pesisir ini, bukan sekadar tempat singgah, tetapi menjadi pintu gerbang menuju gugusan pulau tropis yang memikat. Bahkan menjadi pintu masuk utama menuju Pulau Tioman di Negeri Pahang, yang terkenal hingga mancanegara melalui Mersing Jetty Centre.

Perjalanan menuju Mersing dapat ditempuh sekitar dua jam dari Pelabuhan Puteri di Johor Bahru.

Sekretaris Asosiasi Pariwisata Mersing, Ahmad Firdaus Shaik Omar dan Surya Wijaya di Galeri Taman Laut Negeri Johor. F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos
Sekretaris Asosiasi Pariwisata Mersing, Ahmad Firdaus Shaik Omar dan Surya Wijaya di Galeri Taman Laut Negeri Johor. F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos

Sekretaris Asosiasi Pariwisata Mersing, Ahmad Firdaus Shaik Omar atau yang akrab disapa Firdaus, mengatakan Mersing merupakan kota pantai yang menjadi kebanggaan Malaysia. Garis pantai sepanjang sekitar 250 kilometer yang membentang dari Mersing hingga perbatasan Pahang, menghadirkan panorama laut yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

“Kami bukan hanya menjual destinasi wisata, tetapi menjual alam yang tetap lestari. Itulah identitas Mersing yang tetap kami pegang kuat," ujar Firdaus saat ditemui, pekan lalu.

Dia mengatakan, Mersing dikelilingi 97 gugusan pulau kecil. Dari jumlah itu, sebanyak 13 pulau dikomersialisasikan. Dikembangkan sebagai destinasi wisata. "Ada Pulau Babi Besar yang kami sebut Pulau Besar, Ada Pulau Mawar, Pulau Rawa, Pulau Hujung, Pulau Mensirip, dan lainnya. Nanti kita akan mengunjungi tiga dari pada 13 pulau ini," ujar Firdaus.

Mengeksplorasi pulau-pulau di Perairan Mersing, Firdaus mengatakan, island hopping atau jelajah pulau-pulau menjadi favorit wisatawan untuk menikmati pasir putih, air laut sebening kristal dengan gradasi tiga warna biru pekat, toska, hingga air jernih di bibir pantai.

Ada juga snorkeling dan scuba diving untuk melihat lebih dekat kehidupan bawah laut yang masih terjaga. Salah satu pulau yang populer ialah Pulau Besar, Pulau Tengah, dan Pulau Rawa. Ketiga pulau ini merupakan pulau yang tak berpenduduk, yang kini dikelola swasta dengan menghadirkan resort dimana seluru pengunjungnya serasa hidup di pulau privat khas tropis yang menyenangkan.

Keindahan alam Mersing yang terjaga membuat kawasan ini menjadi destinasi pertama di Malaysia yang memperoleh pengakuan sebagai kawasan observatori lestari yang berkelanjutan atau International Network of Sustainable Tourism Observatories (INSTO).

"Kami menempati peringkat ke-46 dunia objek wisata INSTO dengan percontohan Pulau Mawar. Mendapat peringkat ketujuh di ASEAN juga. Pengakuan internasional ini memperkuat citra Mersing sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang kami patut banggakan," ungkap Firdaus.

Komitmen menjaga kelestarian laut juga diterapkan melalui pengelolaan Taman Laut Johor. Wisatawan dikenakan biaya konservasi yang langsung disetorkan kepada pihak kerajaan (Kesultanan Johor, Red) untuk mendukung perlindungan ekosistem laut. Biaya atau harga tiketnya yakni 5 ringgit bagi warga lokal dan 30 ringgit untuk wisatawan mancanegara.

Sementara itu, pengunjung yang tidak sempat mengeksplorasi taman laut Mersing ini, tak perlu khawatir karena dapat menambah wawasan tentang kekayaan laut Johor secara gratis dengan mengunjunginya di Galeri Taman Laut Negeri Johor yang berada di Kantor Jabatan Perikanan (Departemen Perikanan) Malaysia di Mersing.

Tak hanya mengembangkan wisata alam, Mersing juga sangat mendukung dan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu contohnya adalah usaha Keropok Haji Puteh yang menghadirkan kerupuk ikan dan kerupuk lekor dimana bahan utamanya beragam jenis ikan yang berasal dari laut Mersing sendiri.

Pemilik Oleh-oleh khas Mersing, Halim Othman menunjukkan keropok Haji Puteh (kerupuk ikan dan kerupuk lekor) di depan toko miliknya di Kampong Ayer Merah, Mersing. F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos
Pemilik Oleh-oleh khas Mersing, Halim Othman menunjukkan keropok Haji Puteh (kerupuk ikan dan kerupuk lekor) di depan toko miliknya di Kampong Ayer Merah, Mersing. F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos

Keropok Haji Puteh ini awalnya diproduksi sebagai usaha rumahan. Puluhan tahun berlalu kini dikelola generasi ketiga, Halim Othman. Berkat pembinaan dan promosi yang konsisten, produk tersebut kini berkembang menjadi oleh-oleh khas Mersing yang banyak diburu wisatawan.

Tak hanya itu, ada juga rumah batik Sri Wangsa. Di sini, selain menjual batik khas Mersing, para pengunjung juga diberi kesempatan mengikuti workshop membatik sendiri dan bisa melihat proses awalnya. 

Lembaran batik di kawasan Rumah Batik Sri Wangsa di Kampong Bahagia, Mersing. F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos
Lembaran batik di kawasan Rumah Batik Sri Wangsa di Kampong Bahagia, Mersing. F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos

Langkah ini menunjukkan pariwisata di Mersing tidak hanya menggerakkan sektor wisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

"Itulah mengapa slogan kota kami ini Mesmerising Mersing. Karena kami menawarkan pengalaman yang berbeda. Bukan sekadar menikmati pantai dan pulau-pulau tropis, tetapi juga merasakan bagaimana keindahan alam, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat berjalan beriringan sebagai fondasi pariwisata berkelanjutan," tutup Firdaus. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Wisata Johor #Mersing #Visit Malaysia 2026 #jalan-jalan