batampos - Lorde membuka akses kepada penggemarnya untuk mendengarkan 49 demo yang menjadi cikal bakal lagu - lagu dalam album lengkap dengan berbagai materi eksklusif yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya pada Sabtu (27/6).
Lorde juga membagikan berbagai materi eksklusif yang memperlihatkan perjalanan kreatif di balik album tersebut. Seluruh materi itu diunggah melalui halaman baru di situs resmi Lorde yang diberi nama XRAYS.
Di dalamnya, penggemar dapat menemukan rekaman demo, foto - foto selama proses produksi, catatan pribadi, hingga ide - ide artwork yang menjadi cikal bakal visual album Virgin.
Lorde menyebut demo - demo tersebut sebagai kerangka atau skeletons yang memperlihatkan bagaimana lagu - lagu dalam album berkembang dari ide awal hingga versi final.
Dalam surat panjang yang menyertai perilisan arsip, Lorde mengungkapkan bahwa ia sempat mempertimbangkan untuk merilis versi demo yang telah disempurnakan.
Baca Juga: Phoebe Bridgers Lepas Single Lost Boys, Awali Era Baru Album Lost Weekend
Namun, ia memilih membagikan rekaman mentah agar para pendengar dapat melihat proses kreatifnya secara apa adanya, termasuk berbagai eksperimen, pengulangan, hingga kesalahan yang terjadi selama penulisan dan produksi lagu.
Proses tersebut justru menjadi bagian paling jujur dari perjalanan menciptakan Virgin. Lorde juga menceritakan bahwa pembuatan album berlangsung di tengah periode yang sangat emosional dalam hidupnya.
Ia mengaku menghadapi gangguan makan, mengalami putus hubungan, kemudian di diagnosis mengalami Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Ia juga sempat mengalami burnout setelah album dirilis.
Pengalaman - pengalaman menjadi fondasi utama yang membentuk lirik dan nuansa emosional dalam Virgin. Lorde mengatakan bahwa musik membantunya menghadapi berbagai ketakutan dan pengalaman yang selama ini sulit diungkapkan.
Ia merasa proses menulis dan menyanyikan lagu - lagu di album tersebut menjadi cara untuk melepaskan beban emosional sekaligus membantunya bertumbuh sebagai pribadi. Halaman XRAYS juga menjadi arsip visual perjalanan album Virgin.
Lorde mengungkapkan bahwa seluruh materi nantinya akan dipindahkan ke platform baru bernama Lume setelah layanan itu resmi diluncurkan.
Ia berharap para penggemar dapat menikmati dokumentasi sebagai gambaran utuh mengenai proses kreatif di balik salah satu album paling personal dalam kariernya.(*)
Editor : Juliana Belence