Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sony Alih Fungsi Pabrik Disc PlayStation, Sinyal Kuat Giim Digital Kian Mendominasi

Juliana Belence • Minggu, 5 Juli 2026 | 10:00 WIB
Sony tinggalkan cakram PlayStation. (x.com/IGN)
Sony tinggalkan cakram PlayStation. (x.com/IGN)

batampos - Sony mulai mengalihkan fungsi pabrik terakhir yang selama ini memproduksi cakram (disc) untuk gim PlayStation menjadi fasilitas manufaktur teknologi optik. 

Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Sony semakin memfokuskan bisnisnya pada distribusi digital.

Perubahan tersebut terjadi di fasilitas Sony DADC di Thalgau, Austria, yang selama ini menjadi satu - satunya pabrik milik penuh Sony untuk memproduksi cakram gim PlayStation. 

Alih fungsi pabrik menunjukkan bahwa transisi menuju distribusi digital bukanlah keputusan mendadak, tetapi strategi yang telah dipersiapkan perusahaan selama beberapa tahun terakhir.

Pabrik di Thalgau memproduksi sekitar 600.000 cakram Blu-ray setiap hari dengan sekitar separuh produksinya digunakan untuk gim PlayStation. 

Baca Juga: NVIDIA Indonesia: Pengguna Perlu Memahami Batas AI Cloud dan AI Lokal

Namun setelah distribusi gim fisik dihentikan pada 2028, volume produksi cakram diperkirakan tinggal sekitar 10 persen dari kapasitas saat ini.

Sony menginvestasikan sekitar 30 juta euro untuk membangun lini produksi mikrolensa optik (optical microlenses). 

Komponen berukuran sangat kecil tersebut digunakan untuk mengendalikan dan memfokuskan cahaya pada berbagai perangkat teknologi, mulai dari industri otomotif, sensor kamera, headset augmented reality (AR), hingga jaringan serat optik. Produksi massal mikrolensa ditargetkan dimulai pada tahun depan.

Presiden Sony DADC, Dietmar Tanzer, memastikan seluruh 300 karyawan di fasilitas Thalgau tetap dipertahankan. 

Para pekerja akan menjalani pelatihan ulang agar dapat beralih dari produksi cakram ke manufaktur mikrolensa optik, sehingga transformasi bisnis tidak diikuti dengan pemutusan hubungan kerja.

Langkah ini juga memperlihatkan bahwa Sony telah lama mengantisipasi menurunnya permintaan gim fisik. 

Perusahaan telah menutup fasilitas produksi cakram di Amerika Serikat dan memusatkan operasi manufaktur media optik di Austria. Sony tercatat telah memproduksi lebih dari 26,4 miliar cakram optik, termasuk CD, DVD, dan Blu-ray.

Keputusan Sony menghentikan distribusi gim fisik mulai 2028 memicu perdebatan di kalangan gamer. 

Sebagian khawatir hilangnya kepemilikan fisik akan berdampak pada pasar gim bekas, koleksi, serta upaya pelestarian gim di masa depan. 

Namun, Sony menilai perubahan sejalan dengan kebiasaan konsumen yang kini semakin memilih membeli dan mengunduh gim secara digital. Bahkan lebih dari 80% penjualan gim PlayStation saat ini sudah berasal dari kanal digital.(*)

Editor : Juliana Belence
#cakram #gim #sony #digital #playstation