batampos - Bau badan dapat menjadi persoalan yang mengganggu, terutama ketika seseorang harus beraktivitas di luar rumah selama berjam-jam. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat membuat kepercayaan diri menurun.
Bau badan umumnya berkaitan dengan keringat yang berinteraksi dengan bakteri di permukaan kulit. Karena itu, menjaga kebersihan tubuh, mengelola keringat, serta memperhatikan kebiasaan sehari-hari menjadi bagian penting untuk membantu mengontrol aroma tubuh.
Selain menggunakan deodoran atau antiperspiran, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk membantu mengurangi bau badan. Namun, penggunaan bahan alami pada kulit perlu dilakukan secara hati-hati karena tidak semua bahan cocok untuk setiap orang dan dapat menyebabkan iritasi.
Dilansir dari Alodokter dan Halodoc, berikut sejumlah cara yang dapat dicoba untuk membantu mengurangi bau badan.
1. Pilih pakaian yang menyerap keringat
Pakaian yang dikenakan dapat memengaruhi kondisi tubuh ketika berkeringat. Bahan yang memiliki sirkulasi udara baik dapat membantu tubuh tetap terasa lebih sejuk dan mengurangi kelembapan berlebih pada kulit.
Katun dapat menjadi salah satu pilihan untuk aktivitas sehari-hari. Sementara untuk berolahraga, pilih pakaian yang dirancang untuk membantu mengelola kelembapan sehingga keringat tidak terlalu lama menempel di kulit.
Kebersihan pakaian juga penting. Segera ganti pakaian yang sudah basah oleh keringat. Kaus kaki juga sebaiknya diganti secara rutin untuk membantu mencegah munculnya bau pada kaki.
Selain itu, gunakan alas kaki yang memiliki ventilasi cukup agar area kaki tidak terlalu lembap.
2. Gunakan cuka sari apel dengan hati-hati
Cuka sari apel memiliki sifat asam dan mengandung senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan sejumlah mikroorganisme. Karena itu, bahan ini kerap digunakan dalam berbagai perawatan rumahan untuk membantu mengurangi bau.
Meski demikian, mengoleskan cuka sari apel langsung ke kulit dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang. Risikonya dapat lebih tinggi jika kulit sedang terluka atau baru selesai dicukur.
Jika tetap ingin mencobanya, gunakan dalam jumlah kecil dan jangan diaplikasikan pada kulit yang terluka. Hentikan penggunaan apabila muncul rasa perih, gatal, kemerahan, atau tanda iritasi lainnya.
3. Hati-hati menggunakan lemon pada kulit
Lemon memiliki sifat asam sehingga sering digunakan dalam berbagai perawatan rumahan. Namun, penggunaan air lemon secara langsung pada kulit, termasuk area ketiak, tidak selalu cocok untuk semua orang.
Kulit sensitif dapat mengalami iritasi, rasa perih, bahkan sensasi terbakar. Risiko tersebut perlu diperhatikan, terutama setelah mencukur bulu ketiak atau ketika terdapat luka kecil pada kulit.
Jika ingin menggunakan lemon, hindari mengoleskannya pada kulit yang terluka atau baru selesai dicukur. Segera hentikan pemakaian apabila kulit terasa perih atau mengalami kemerahan.
4. Perhatikan makanan yang dikonsumsi
Pola makan juga dapat memengaruhi aroma tubuh pada sebagian orang. Makanan dengan aroma kuat, makanan pedas, serta jenis makanan tertentu dapat membuat bau keringat terasa lebih menyengat pada individu tertentu.
Namun, respons tubuh setiap orang berbeda. Karena itu, perhatikan apakah ada makanan tertentu yang secara konsisten membuat aroma tubuh berubah.
Jika menemukan makanan yang menjadi pemicu, mengurangi konsumsinya dapat menjadi salah satu langkah yang bisa dicoba. Meski demikian, jangan menghilangkan kelompok makanan penting hanya karena khawatir terhadap bau badan. Pastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.
5. Gunakan baking soda secara bijak
Baking soda dikenal dapat menyerap dan menetralkan sejumlah senyawa penyebab bau. Bahan ini karena itu terkadang digunakan sebagai alternatif perawatan rumahan untuk area tubuh yang mudah berkeringat.
Namun, baking soda juga dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang, terutama jika digunakan terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan.
Hindari menggunakannya pada kulit yang terluka atau sedang mengalami iritasi. Jika muncul rasa panas, gatal, perih, atau kemerahan setelah penggunaan, segera bersihkan kulit dan hentikan pemakaian.
Kebersihan tubuh tetap menjadi langkah utama
Berbagai bahan rumahan tersebut bukan pengganti utama untuk menjaga kebersihan tubuh. Mandi secara teratur, membersihkan area tubuh yang mudah berkeringat, mengganti pakaian setelah berkeringat, serta menggunakan deodoran atau antiperspiran yang sesuai dapat membantu mengontrol bau badan.
Jika bau badan berubah secara tiba-tiba, menjadi sangat kuat, atau tetap muncul meskipun kebersihan tubuh sudah dijaga dengan baik, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis. Kondisi tersebut dapat memerlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya. (*)
Editor : Putut Ariyo