Tiba-Tiba Bad Mood Setelah Baca Informasi Negatif? Ini 3 Cara Mengatasinya

Antara • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 07:27 WIB
ilustrasi . F. Unsplash
ilustrasi . F. Unsplash

batampos - Pernah merasa suasana hati tiba-tiba berubah setelah membaca atau menerima informasi negatif? Padahal, sebelumnya Anda sedang menjalani aktivitas seperti biasa.

Perubahan emosi semacam ini bisa terjadi tanpa disadari. Informasi negatif yang diterima seseorang dapat terbawa ke aktivitas berikutnya, bahkan ketika aktivitas tersebut sebenarnya tidak berkaitan dengan informasi yang baru saja dilihat.

Mengutip laman Simply Psychology, Senin (14/9), kondisi tersebut berkaitan dengan efek spillover, yakni ketika emosi yang muncul dari suatu pengalaman ikut memengaruhi aktivitas atau situasi lain.

Efek ini dapat membuat seseorang merasa tugas yang sedang dikerjakan lebih berat, kehilangan nafsu makan, merasa sedih, hingga kewalahan menjalani aktivitas sehari-hari. Dampaknya dapat lebih terasa pada orang yang memiliki kerentanan terhadap depresi.

Salah satu penyebabnya adalah kemampuan otak dalam memisahkan informasi dan emosi dari satu situasi dengan aktivitas lain tidak selalu berjalan sempurna. Akibatnya, emosi negatif dapat terbawa ke aktivitas yang sebenarnya tidak berhubungan.

Jika Anda tiba-tiba merasa bad mood atau mengalami perubahan suasana hati setelah memperoleh informasi negatif, beberapa langkah berikut dapat dicoba.

1. Kenali dan Batasi Pemicu

Di era digital, pemicu emosi negatif bisa datang dari berbagai arah. Notifikasi media sosial, berita buruk, percakapan di grup, hingga informasi yang terus muncul di layar dapat memengaruhi suasana hati.

Ketika mulai merasa kewalahan saat mengerjakan tugas, cobalah berhenti sejenak dan periksa apa yang baru saja Anda lihat atau baca.

Jika ternyata ada informasi yang memicu emosi negatif, tutup tab atau aplikasi tersebut. Anda juga dapat menghilangkan informasi yang tidak relevan dan mematikan notifikasi untuk sementara.

Langkah sederhana ini dapat membantu memberikan jarak antara sumber informasi dan aktivitas yang sedang Anda kerjakan.

2. Alihkan Pikiran ke Hal yang Lebih Konkret

Penjelasan panjang, informasi yang rumit, atau situasi yang sulit dipahami dapat membuat pikiran semakin terbebani ketika suasana hati sedang buruk.

Salah satu cara yang dapat dicoba adalah mengalihkan perhatian dari pemikiran yang abstrak menuju hal-hal konkret dan lebih spesifik.

Misalnya, daripada terus memikirkan keseluruhan masalah, fokuslah pada satu tugas kecil yang bisa diselesaikan terlebih dahulu.

Dengan begitu, perhatian tidak terlalu terkuras untuk memikirkan berbagai kemungkinan sekaligus. Fokus pada hal konkret juga dapat membantu mengurangi beban mental ketika emosi sedang tidak stabil.

3. Kenali Emosi yang Sedang Muncul

Ketika tiba-tiba merasa bad mood saat mengerjakan aktivitas yang sebenarnya biasa saja, jangan langsung menyimpulkan bahwa aktivitas tersebut adalah masalahnya.

Berhentilah sejenak dan tanyakan kepada diri sendiri: apakah tugas ini memang terasa berat, atau suasana hati berubah karena sesuatu yang baru saja dilihat, dibaca, atau didengar?

Mengenali hubungan antara pemicu dan emosi dapat membantu Anda memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Dengan menyadari bahwa perasaan negatif tidak selalu berasal dari aktivitas yang sedang dilakukan, Anda memiliki kesempatan untuk mengambil jeda dan kembali mengerjakan aktivitas setelah kondisi emosional lebih tenang. (*)

Editor : Putut Ariyo
bad mood mood swing emosi negatif kesehatan mental psikologi