batampos - Wadah plastik menjadi pilihan banyak orang untuk menyimpan makanan karena praktis, ringan, dan mudah ditemukan. Namun, tidak semua wadah plastik cocok untuk setiap jenis makanan. Suhu, kandungan minyak, tingkat keasaman, serta kondisi wadah perlu diperhatikan agar makanan tetap aman dikonsumsi.
Dalam kondisi tertentu, penggunaan wadah yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko perpindahan zat dari kemasan ke makanan. Suhu tinggi, misalnya, bisa memengaruhi bahan kemasan tertentu. Karena itu, penting untuk memilih wadah yang dirancang khusus untuk penggunaan pangan dan mengikuti petunjuk pemakaiannya.
Dilansir dari English Jagran, ada lima jenis makanan yang perlu mendapat perhatian saat disimpan dalam wadah plastik. Meski demikian, bukan berarti semua makanan ini tidak boleh disimpan dalam plastik. Keamanan penggunaannya bergantung pada jenis bahan kemasan dan kondisi penyimpanan.
1. Makanan Panas
Memasukkan makanan yang masih sangat panas ke dalam wadah plastik yang tidak dirancang untuk suhu tinggi dapat menimbulkan masalah. Panas berlebih berpotensi membuat wadah berubah bentuk dan meningkatkan perpindahan zat dari kemasan ke makanan.
Karena itu, pilih wadah yang secara jelas dinyatakan aman untuk makanan panas. Wadah kaca tahan panas atau wadah stainless steel khusus makanan dapat menjadi alternatif, terutama jika makanan baru selesai dimasak.
Untuk menyimpan makanan sisa, jangan membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang. Simpan dalam wadah yang sesuai dan segera masukkan ke lemari pendingin mengikuti pedoman keamanan pangan.
2. Daging Mentah dan Makanan Laut
Daging mentah, unggas, dan makanan laut berpotensi membawa mikroorganisme penyebab penyakit. Jika cairannya bocor dan mengenai makanan lain, kontaminasi silang dapat terjadi.
Wadah plastik tetap bisa digunakan untuk menyimpan bahan pangan mentah selama memang dirancang untuk makanan, kondisinya baik, dan dapat ditutup rapat. Pastikan cairan dari daging atau ikan tidak menetes ke bahan pangan lain, terutama makanan matang yang siap dikonsumsi.
Wadah kaca atau wadah khusus makanan yang tidak bocor juga dapat digunakan. Simpan bahan pangan mentah di lemari pendingin atau freezer sesuai kebutuhan, serta pisahkan dari makanan matang dan bahan pangan siap santap.
3. Buah-Buahan Asam
Tomat, jeruk, dan sejumlah jenis beri memiliki kandungan asam yang perlu dipertimbangkan saat memilih wadah penyimpanan. Namun, buah-buahan tersebut tidak otomatis berbahaya jika disimpan dalam wadah plastik.
Hal yang lebih penting adalah memastikan plastik yang digunakan memang aman untuk pangan dan sesuai dengan karakter makanan. Tidak semua bahan kemasan memiliki ketahanan yang sama terhadap kondisi penggunaan, suhu, dan lama penyimpanan.
Untuk menyimpan buah yang sudah dipotong, wadah kaca bersih dengan penutup dapat menjadi alternatif. Simpan buah pada suhu yang sesuai dan hindari membiarkannya terlalu lama dalam kondisi terbuka agar kualitas serta kesegarannya terjaga.
4. Makanan Fermentasi
Kimchi, acar, dan berbagai makanan fermentasi memerlukan wadah yang sesuai dengan proses pengolahannya. Pada fermentasi yang masih aktif, gas dapat terbentuk dan meningkatkan tekanan di dalam wadah tertutup.
Jika wadah tidak dirancang untuk menampung atau melepaskan gas dengan aman, tutup dapat terlepas, wadah menggembung, atau isinya bocor. Karena itu, jenis wadah harus disesuaikan dengan karakter makanan dan apakah proses fermentasi masih berlangsung.
Stoples kaca atau wadah khusus fermentasi dapat menjadi pilihan selama digunakan sesuai petunjuk. Pastikan wadah bersih dan ikuti panduan penyimpanan produk untuk menjaga kualitas serta keamanannya.
5. Makanan Berminyak atau Berlemak
Makanan berlemak, seperti mentega, keju, selai kacang, dan saus berminyak, juga perlu disimpan dalam wadah yang sesuai. Interaksi antara makanan dan bahan kemasan dapat dipengaruhi oleh jenis plastik, suhu, serta lamanya penyimpanan.
Untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan, gunakan wadah plastik berlabel aman untuk makanan dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Wadah kaca dengan tutup rapat juga bisa menjadi alternatif karena mudah dibersihkan dan tidak mudah menyerap bau.
Selain memperhatikan jenis wadah, pastikan makanan disimpan pada suhu yang tepat. Produk berbahan susu, misalnya, umumnya perlu disimpan di lemari pendingin agar kualitasnya tetap terjaga.
Cara Memilih Wadah Plastik yang Aman untuk Makanan
Wadah plastik tidak selalu berbahaya untuk menyimpan makanan. Hal terpenting adalah memilih produk yang memang dibuat untuk kontak dengan pangan dan menggunakannya sesuai petunjuk.
Perhatikan beberapa hal berikut:
Periksa label penggunaan. Pastikan wadah dinyatakan aman untuk makanan dan sesuai untuk penggunaan yang diinginkan.
Perhatikan batas suhu. Jangan memasukkan makanan panas atau menggunakan wadah di microwave jika produk tidak dirancang untuk itu.
Hindari wadah rusak. Plastik yang retak, berubah bentuk, atau mengalami kerusakan sebaiknya tidak digunakan lagi.
Jaga kebersihan wadah. Cuci wadah secara menyeluruh setelah digunakan dan pastikan wadah kering sebelum disimpan.
Ikuti petunjuk penyimpanan makanan. Jenis wadah saja tidak cukup; suhu dan lama penyimpanan juga memengaruhi keamanan pangan.
Pada akhirnya, menyimpan makanan dengan aman bukan berarti harus menghindari semua wadah plastik. Pilih wadah sesuai jenis makanan, suhu, dan tujuan penggunaan. Jika ragu, wadah kaca yang sesuai untuk makanan dapat menjadi alternatif praktis. (*)
Editor : Putut Ariyo