Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Target Energi Terbarukan 2030, CCEP Pasang PLTS Atap Lebih dari 11 MW

J
Penulis: JawaPos❯
PACS Director CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho. (JawaPos)
PACS Director CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho. (JawaPos)

Advertisement

batampos – Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia terus memperluas pemanfaatan energi terbarukan di fasilitas produksinya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mencapai target penggunaan 100 persen energi terbarukan secara global pada 2030.

PACS Director CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho, mengatakan perusahaan menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut. Selain memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, CCEP juga memanfaatkan Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero).

"Strateginya menggunakan energi terbarukan lewat solar panel. Selain itu, kami juga menggunakan REC dari PLN," ujar Dhedy saat ditemui di sela-sela peresmian PLTS Atap di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/11).

Advertisement

Hingga saat ini, kapasitas PLTS Atap yang telah terpasang di sejumlah fasilitas CCEP Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 11 megawatt (MW). Kapasitas tersebut berasal dari fasilitas produksi di Bekasi 1, Pasuruan, dan Semarang.

Terbaru, perusahaan meresmikan PLTS Atap berkapasitas 1,44 MW di fasilitas produksinya, Bekasi Plant 2, Jawa Barat. Pembangkit tersebut menambah pemanfaatan energi surya dalam kegiatan operasional perusahaan.

Meski demikian, kapasitas PLTS Atap terbaru tersebut belum masuk dalam perhitungan total kapasitas yang disampaikan perusahaan. Sebab, pembangkit di Bekasi Plant 2 masih memasuki tahap komisioning.

Advertisement

Penghitungan pemanfaatan energinya akan dilakukan setelah pembangkit beroperasi dan menghasilkan listrik dalam periode berikutnya.

Selain PLTS Atap dan REC, CCEP Indonesia juga menjajaki penggunaan sumber energi terbarukan lainnya. Salah satu opsi yang mulai dipertimbangkan adalah woodchip atau serpihan kayu yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

Dhedy mengatakan, pembahasan mengenai pemanfaatan woodchip masih berada pada tahap awal. Perusahaan masih mempelajari potensi sumber energi tersebut sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

"Kami masih terus mengeksplorasi opsi-opsi energi baru terbarukan lainnya. Seperti yang tadi disampaikan Cikarang Listrindo, itu juga salah satu opsi yang menarik, mereka punya woodchip. Tapi masih dalam tahap pembicaraan," jelasnya.

Advertisement
Editor : Cipi Ckandina

Artikel Terkait

PLTS Terapung Karangkates Berkapasitas 133 MWp Ditargetkan Beroperasi pada 2027

PLTS Terapung Karangkates Berkapasitas 133 MWp Ditargetkan Beroperasi pada 2027

Progres PLTS Terapung Karangkates di Malang mencapai 70 persen. PLN Nusantara Power menargetkan produksi listrik pertama pada awal Desember

Hilirisasi Batu Bara Perlu Perkuat Industri dan Kemandirian Energi Nasional

Hilirisasi Batu Bara Perlu Perkuat Industri dan Kemandirian Energi Nasional

Hilirisasi energi di era Prabowo didorong menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan memberi manfaa

Kurangi Subsidi Energi, Elektrifikasi Berpotensi Hemat USD 20 Miliar

Kurangi Subsidi Energi, Elektrifikasi Berpotensi Hemat USD 20 Miliar

Elektrifikasi berpotensi menghemat impor minyak Indonesia hingga USD 75 miliar pada 2025–2035, menekan subsidi energi, dan mendorong investa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer