Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pameran Industri Makanan dan Minuman Terbesar Digelar di PIK 2

J
Penulis: JawaPos❯
Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji resmi membuka KRISTAInterFOOD 2026, pameran dagang internasional industri makanan dan minuman terbesar di Indonesia, di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Rabu (4/11) (JawaPos)
Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji resmi membuka KRISTAInterFOOD 2026, pameran dagang internasional industri makanan dan minuman terbesar di Indonesia, di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Rabu (4/11) (JawaPos)

Advertisement

batampos – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji resmi membuka KRISTAInterFOOD 2026, pameran dagang internasional industri makanan dan minuman di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Rabu (4/11).

Pameran yang berlangsung hingga 7 November 2026 ini menghadirkan sekitar 1.100 peserta dari 16 negara, termasuk 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menempati area seluas 60.000 meter persegi yang terbagi dalam 11 hall, KRISTAInterFOOD 2026 menargetkan 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara.

Advertisement

Pameran ini menjadi ajang pertemuan berbagai pelaku industri, mulai dari produsen, pemasok bahan baku, distributor, importir, hingga penyedia mesin dan teknologi pengolahan makanan dan minuman.

Dalam sambutannya, Sarmuji mengatakan pemerintah terus mendorong pemanfaatan bahan baku lokal untuk memperkuat industri makanan dan minuman nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan rantai industri dari hulu hingga hilir sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya dalam negeri.

“Kita ingin mendorong produk-produk di Indonesia yang memiliki keunggulan, kekuatan, itu bisa lebih maju lagi. Karena keunggulan ini hanya dimiliki dalam porsi yang besar di Indonesia,” ujar Sarmuji saat pembukaan KRISTAInterFOOD 2026, Rabu (4/11).

Advertisement

Dia mencontohkan inovasi mi berbahan baku singkong dan tempe yang menggabungkan kedua bahan tersebut untuk menghasilkan produk dengan kandungan protein dan serat lebih tinggi serta bebas gluten.

Menurutnya, inovasi berbasis bahan baku lokal perlu terus dikembangkan agar produk industri nasional semakin berdaya saing.

Sarmuji juga menyoroti inovasi produk antara melalui program Indonesia Food Innovation (IFI). Salah satunya pengolahan alga menjadi bahan bernilai tambah serta pemanfaatan hasil samping pengolahan ikan, seperti sirip, sisik, dan kulit, untuk menghasilkan kolagen.

“Inovasi-inovasi yang seperti ini kita akan dorong terus. Kementerian punya komitmen untuk mendorong supaya pemanfaatan produk-produk dalam negeri tentang bahan baku menjadi lebih maksimal,” tegasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Minat Gowes Meningkat, Industri Sepeda Bidik Pasar Lebih Luas

Minat Gowes Meningkat, Industri Sepeda Bidik Pasar Lebih Luas

Permintaan sepeda di Indonesia mencapai 5,5 juta hingga 7 juta unit per tahun. Industri lokal berpeluang memperluas pasar, didukung tren gow

Industri Cat Dituntut Jaga Kualitas dan Keselamatan Kerja

Industri Cat Dituntut Jaga Kualitas dan Keselamatan Kerja

Industri cat dituntut menjaga kualitas dan keselamatan kerja. PT Pabrik Cat Tunggal Djaja Indah mencatat 13,7 juta jam kerja tanpa kecelakaa

Hilirisasi Batu Bara Perlu Perkuat Industri dan Kemandirian Energi Nasional

Hilirisasi Batu Bara Perlu Perkuat Industri dan Kemandirian Energi Nasional

Hilirisasi energi di era Prabowo didorong menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan memberi manfaa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer