Kesadaran Hidup Sehat Meningkat, Kondisi Kesehatan Belum Optimal

JawaPos • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 19:30 WIB
Ilustrasi pria dan wanita yang saling mendukung untuk menerapkan gaya hidup sehat. (Ist)
Ilustrasi pria dan wanita yang saling mendukung untuk menerapkan gaya hidup sehat. (Ist)

batampos – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat terus meningkat. Namun, perhatian tersebut belum sepenuhnya diikuti perbaikan kondisi kesehatan. Keterbatasan waktu, motivasi, dan dukungan lingkungan menjadi sejumlah kendala dalam mempertahankan kebiasaan sehat secara konsisten.

Temuan tersebut terungkap dalam survei Herbalife Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026. Survei itu menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin aktif menjalani berbagai aktivitas kebugaran dan kesehatan.

Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, mengatakan hampir tiga dari empat responden di Indonesia kini menjalani aktivitas wellness yang lebih beragam.

Sebanyak 71 persen responden mengaku lebih sering melakukan aktivitas tersebut dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Meski demikian, peningkatan aktivitas kesehatan belum sepenuhnya berdampak pada kondisi tubuh dan kesejahteraan secara menyeluruh. Hanya tiga dari lima responden yang menyatakan kesehatan fisik, mental, dan emosional mereka lebih baik dibandingkan tiga tahun lalu.

Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kesadaran menjalani gaya hidup sehat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan kata lain, meningkatnya tren wellness di kawasan Asia Pasifik belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesehatan,” kata Oktrianto, Senin (2/11).

Menurut dia, kondisi tersebut bukan semata-mata disebabkan kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan. Tantangan sebenarnya adalah mempertahankan kebiasaan sehat dalam jangka panjang.

Tanpa dukungan yang tepat, panduan realistis, serta motivasi berkelanjutan, komitmen menjalani gaya hidup sehat berisiko hanya bertahan sementara.

Survei tersebut juga memperlihatkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kesehatan holistik. Sebanyak 90 persen responden Indonesia menganggap kesehatan fisik, mental, dan emosional sebagai hal yang sangat penting.

Sementara itu, 85 persen responden menilai ketiga aspek kesehatan tersebut semakin penting dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Perhatian masyarakat terhadap kesehatan juga semakin luas, mencakup kualitas tidur, pengelolaan stres dan kecemasan, kesehatan otak, kulit, hingga keseimbangan hormon.

Dukungan Sosial Dibutuhkan

Untuk mengatasi kesenjangan antara kesadaran dan kondisi kesehatan, Oktrianto menilai pendekatan wellness perlu diperluas melalui dukungan sosial atau social wellness.

Pendekatan ini melibatkan keluarga, teman, komunitas, hingga lingkungan kerja untuk membantu seseorang membangun kebiasaan sehat secara berkelanjutan.

Kebutuhan tersebut terlihat dari hasil survei. Sebanyak 74 persen responden Indonesia menginginkan dukungan lebih besar dalam menjaga kesehatan fisik, 71 persen untuk kesehatan mental, dan 64 persen untuk kesehatan emosional.

Dukungan lingkungan dinilai dapat membantu mempertahankan motivasi sekaligus membuat rutinitas sehat lebih mudah dijalankan.

Melalui komunitas, masyarakat juga memiliki kesempatan berbagi pengalaman, memantau perkembangan, serta saling mengingatkan dalam menjaga kesehatan.

Tren tersebut mulai terlihat dari kebiasaan masyarakat yang melibatkan orang lain dalam aktivitas wellness.

Hampir setengah responden mengaku pernah menyiapkan atau membawa makanan lebih sehat untuk orang lain maupun berbagi pengalaman menjalani gaya hidup sehat selama satu tahun terakhir.

Dari kelompok responden tersebut, sebanyak 89 persen menyatakan lebih sering melakukan aktivitas tersebut dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan kebiasaan sehat mulai berkembang dari aktivitas individual menjadi kegiatan yang melibatkan lingkungan sosial.

Oktrianto mencontohkan perkembangan studio kebugaran khusus atau boutique fitness studios di Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Studio tersebut menawarkan aktivitas olahraga dalam kelompok kecil yang mengedepankan interaksi sosial. Dengan demikian, olahraga tidak hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi juga pengalaman bersama.

Selain itu, Nutrition Club Herbalife di Indonesia juga berkembang sebagai komunitas bagi masyarakat yang memiliki minat terhadap gaya hidup sehat.

Melalui komunitas tersebut, anggota dapat berbagi informasi mengenai nutrisi dan kebugaran, memperoleh motivasi, sekaligus membangun hubungan sosial.

Wellness Perlu Jadi Kebiasaan

Oktrianto menilai peningkatan kesehatan masyarakat perlu didukung lingkungan yang memudahkan seseorang mempertahankan kebiasaan sehat.

Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui komunitas kebugaran, platform digital, media sosial, hingga layanan yang menggabungkan aktivitas wellness secara langsung dan virtual.

Menurut dia, keberadaan komunitas dapat membantu mengubah niat menjalani gaya hidup sehat menjadi rutinitas yang lebih konsisten. Pendekatan ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk belajar bersama dan menjaga motivasi dalam jangka panjang.

“Pada akhirnya, mengatasi kesenjangan wellness di Indonesia membutuhkan perubahan perspektif, dari yang sebelumnya memandang kesehatan sebagai tanggung jawab individu menjadi sebuah perjalanan bersama,” tutur Oktrianto. (*)

Editor : Cipi Ckandina
Meningkat Optimal sehat hidup