Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Rintis Jalan, Asbon Tersesat di Hutan

Vatawari BP • Kamis, 24 April 2025 | 16:00 WIB
Asbon, Warga Senempek, RT 001 RW 004 Desa Limbung Kecamatan Lingga Utara,  Kabupaten Lingga sempat dikabarkan hilang akhirnya kembali ke rumah dengan selamat, Rabu (23/4).
Asbon, Warga Senempek, RT 001 RW 004 Desa Limbung Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga sempat dikabarkan hilang akhirnya kembali ke rumah dengan selamat, Rabu (23/4).

batampos- Asbon, Seorang warga Senempek, RT 001 RW 004 Desa Limbung Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga yang sempat dikabarkan hilang saat sedang merintis jalan untuk mencari kayu akhirnya kembali ke rumahnya dengan selamat pada Rabu 23 April 2025 sekitar pukul 06.00 WIB.

Pada Selasa 22 April 2025 Pukul 08.15 WIB Korban (Asbon) Pamit kepada anaknya untuk pergi merintis jalan untuk mencari kayu di Hutan Dusun Sasah Desa Di Sekanah Kec. Lingga Utara. Asbon hanya membawa parang dan tidak membawa bekal saat masuk ke hutan, hingga jam 20.00 WIB korban belum kembali dari hutan.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal menjelaskan, saat keluarga korban mengetahui ayahnya belum pulang hingga pukul 20.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kepada tetangga bahwasanya korban belum kembali dari pagi hingga malam hari.

"Saat ini pihak keluarga yang di bantu masyarakat ,TNI, polri dan BNPB Daik Lingga sedang melakukan pencarian. Namun, ayah kami belum ditemukan, pencarian hingga kini masih dilanjutkan, hingga pukul 02.00 dini hari ayah saya tak kunjung ditemukan," ujar Oktanius Wirsal, Rabu (23/4).

Kepala BPBD Lingga mengatakan, pada Rabu 23 April 2025, Asbon (Korban) akhirnya kembali ke rumah dengan selamat sekitar pukul 06.00 WIB yang disambut dengan rasa haru dan gembira oleh keluarga.

"Asbon dengan sendirinya telah kembali pukul 06.00 WIB ke rumahnya di sasah. Alhamdulillah Asbon dalam kondisi baik-baik saja," ungkap Oktanius.

Selanjutnya, Asbon menjelaskan kronologis mengapa dirinya tidak pulang kerumah satu hari satu malam tanpa membawa bekal makanan hingga menimbulkan asumsi buruk keluarga dan warga setempat.

"Ketika hendak pulang dari merintis jalan untuk mencari kayu, saya tersesat. Beberapa kali saya berusaha mencari jalan untuk pulang namun karena hari sudah gelap saya tak kunjung menemukan jalan keluar. Akhirnya saya memutuskan untuk bermalam di hutan," terang Asbon.

Sekitar jam 06.00 wib, Asbon baru bisa kembali setelah menemukan jalan ke dusun sasah, kondisi Asbon saat ini dalam keadaan sehat walaupun seharian tidak makan dan minum. Pencarian yang rencananya akan dilanjutkan pada pagi hari akhirnya batalkan.

Himbauan kepada masyarakat yang bekerja di Daerah yang beresiko untuk selalu melakukan komunikasi dengan keluarga. Utamakan keselamatan dan membawa alat kumunikasi serta saling mengingatkan karena dengan itu bisa terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan. (*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#tersesat